Saat JK Bicara Islamophobia dan Dunia Terbalik di The 3rd IDB Bali

Saat JK Bicara Islamophobia dan Dunia Terbalik di The 3rd IDB Bali

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Senin, 10 Apr 2017 20:32 WIB
Saat JK Bicara Islamophobia dan Dunia Terbalik di The 3rd IDB Bali
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Nusa Dua - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyebut kondisi dunia saat ini mulai terbalik. Indonesia mengajak negara-negara untuk melawan islamophobia.

"Perubahan yang mendasar dalam hal pikiran banyak negara yang terbalik apa yang telah kita jalani sebelumnya," kata JK di acara The 3rd Islamic Development Bank (IDB) Forum di Nusa Dua, Bali, Senin (10/4/2017).

"Negara-negara kapitalis yang besar yang selama ini kita kenal, seperti AS dan Eropa, yang selalu serukan kebebasan dan perdagangan bebas, sekarang justru ingin proteksionis. Negara sosialis justru ingin perdagangan lebih bebas. Semua terbalik," sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini dunia juga dihadapkan pada islamophobia yang secara langsung menghantam negara-negara Islam. JK mengajak negara-negara Islam memperbaiki keadaan tersebut.

Tidak hanya itu, konflik antarnegara Islam dan internal negara-negara Islam sendiri juga diminta untuk dihentikan.

"Konflik yang terjadi antara anggota OKI, IDB, konflik di internal negara masing-masing memiliki risiko. Untuk mengakhiri itu adalah persatuan itu semua, makanya kita adakan forum untuk berikan suatu upaya bersama sama karena negara-negara semakin memiliki pikiran-pikiran yang berbeda dengan yang dulu, termasuk Brexit," jelasnya.

JK mengatakan, bila negara-negara Islam bersatu dan bersama-sama, kemajuan di negara Islam pasti terwujud. Bahkan bukan tidak mungkin negara-negara Islam dapat mengalahkan negara-negara maju.

Sebagai contoh, dunia penerbangan di negara Islam bahkan sudah setara dengan dunia Barat.

"Banyak negara di Timteng, misalnya Dubai, Abu Dhabi, dan Qatar, menjadi hubungan penerbangan yang baik dan menyaingi seluruh penerbangan dunia. Itu contoh, kalau dikelola dengan baik, maka jadi kemajuan. Meski memang harus kerja sama dengan negara maju," tuturnya. (fiq/idh)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads