DetikNews
Senin 10 Apr 2017, 20:11 WIB

Gerindra: Video #BeragamItuBasukiDjarot Tak Tunjukkan Kondusivitas

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Gerindra: Video #BeragamItuBasukiDjarot Tak Tunjukkan Kondusivitas Sekjen Gerindra Ahmad Muzani (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani turut angkat bicara mengenai munculnya video tentang keberagaman yang diunggah oleh cagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Muzani menilai video tersebut tak mencerminkan suasana kondusif dan suasana bersahabat.

"Ya, pokoknya video tidak menunjukkan kondusivitas, tidak menunjukkan suasana yang bersahabat, suasana yang sudah capek kita bangun. Tiba-tiba ada video seperti itu. Jadi saya nggak tahu maksudnya apa," ujar Muzani di kediaman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Jl Kertanegara 4, Kebayoran Baru, Jaksel, Senin (10/4/2017).

Muzani mengtahui video tersebut dari koleganya di Partai Gerindra. Menurutnya, video itu seakan-akan memancing dan tidak menampilkan kesejukan dalam Pilgub DKI putaran kedua ini.

"Tadi sejumlah kawan menginformasikan seperti itu. Kesannya kok memancing-mancing. Menurut saya, kita harus menjaga situasi kondusif pilkada ini dengan kesejukan, keramahan, dan dengan ya begitulah ya. Saya kira semua komponen harus memiliki keterpanggilan itu," terang Muzani.

Selain itu, dia tidak mengetahui maksud dari makna video #BeragamItuBasukiDjarot. Pihaknya, disebut Muzani, kini tengah mempelajari apakah video tersebut akan dilaporkan atau tidak.

"Kita sedang mempelajari, ya," ujar anggota Komisi I DPR itu.

Muzani pun berharap suasana ke depan dalam hajatan pemilu lima tahunan ini berjalan dengan aman. Tidak ada intimidasi atau ketakutan yang dirasakan masyarakat ketika menyalurkan hak politiknya.

"Karena kita berharap pilkada ini suasana Lebaran, di mana orang bersukaria, orang Jakarta menentukan pilihan gubernurnya, sehingga tidak ada intimidasi, tidak ada ancaman, tidak ada ketakutan. Karena itu menjadi sesuatu penting orang meluapkan kegembiraan itu," kata Muzani.

Sebelumnya, ACTA melaporkan Ahok-Djarot ke Bawaslu karena menilai video tersebut menyerang agama tertentu. Video berdurasi 2 menit itu menampilkan secara jelas adegan di mana terjadi kerusuhan dan demo, yang pelakunya adalah orang berpeci dan bersorban.
(knv/elz)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed