Presiden Baru Ekuador Perintahkan Penahanan Eks Presiden
Jumat, 22 Apr 2005 08:44 WIB
Jakarta -
Baru saja dicopot dari kursi kepresidenan, Lucio Gutierrez akan dibuikan. Presiden baru Ekuador Alfredo Palacio lah yang memerintahkan penahanannya.Pihak penuntut memerintahkan penahanan Gutierrez karena menumpas demonstrasi dengan kekerasan yang menyebabkan satu orang tewas.Tidak lama setelah Gutierrez digeser, Palacio tampil di balkon gedung parlemen. "Kesombongan telah berakhir. Kediktatoran telah berakhir," seru pria yang sebelumnya menjabat sebagai Wapres ini di hadapan massa. Demikian dilaporkan BBC News, Jumat (22/4/2005).Gutierrez dipecat Parlemen Ekuador pada Rabu 20 April 2005. Posisinya langsung digantikan oleh Palacio. Setelah pemungutan suara, tentara menarik dukungan terhadap Gutierrez yang meninggalkan Istana Presiden dengan helikopter.Sementara Brazil mengungkapkan kalau Gutierrez telah meminta perlindungan di kedutaan mereka di Ibukota Quito. Deplu Brazil telah mengeluarkan pernyataan dengan mengatakan Gutierrez berada di Kedutaan Brazil di Quito.Namun tentara Ekuador menutup bandara di Quito. Sementara Palacio sang presiden baru Ekuador memerintahkan semua perbatasan ditutup. Tak berapa lama Jubir Gutierrez mengatakan Gutierrez akan tetap berada di Ekuador.Gutierrez diprotes keras atas upayanya merombak Mahkamah Agung. Aksinya itu menimbulkan protes di seluruh wilayah di negeri itu dalam satu minggu.Protes berlangsung di Quito dan di Guayaquil yang merupakan kota terbesar di Ekuador. Kemudian di Kota Machala di pesisir Pacifik, serta Cuenca dan Riobamba di pegunungan Andes.Penentang Gutierrez menyebutnya diktator, dengan mengatakan perubahan terhadap Mahkamah Agung merupakan upaya untuk menguasai kehakiman dan legislatif.Gutierrez berulang kali menolak mundur. Alasannya dia ingin menghabiskan jabatannya hingga Januari 2007. Apa daya, hasratnya itu ditumbangkan 20 bulan sebelumnya.
(sss/)










































