Jokowi Lantik KPU, Bawaslu, dan 1 Hakim MK yang Baru Besok

Jokowi Lantik KPU, Bawaslu, dan 1 Hakim MK yang Baru Besok

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 10 Apr 2017 18:19 WIB
Jokowi Lantik KPU, Bawaslu, dan 1 Hakim MK yang Baru Besok
Foto: Ray Jordan/detikcom
Jakarta - Calon komisioner Komisi Pemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilu, dan satu calon hakim Mahkamah Konstitusi akan dilantik mengisi posisi definitifnya masing-masing oleh Presiden Joko Widodo. Pelantikan akan digelar di Istana Negara, Jakarta, Selasa (11/4) besok.

"Besok direncanakan pelantikan KPU, Bawaslu, dan satu hakim MK," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (10/4/2017).

Keputusan presiden menjelaskan periode para pejabat penyelenggara pemilu itu habis pada 12 April alias lusa. Dengan pelantikan yang digelar 11 April besok, tak ada lagi potensi kekosongan jabatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan demikian, kekhawatiran kekosongan KPU dan Bawaslu bisa teratasi, sehingga KPU dan Bawaslu bisa segera bekerja, termasuk menyiapkan Pilkada 2018 ini," tutur Pramono.

Tujuh calon anggota KPU terpilih adalah Pramono Ubaid Tanthowi, Wahyu Setiawan, Ilham Saputra, Hasyim Asy'ari, Viryan, Evi Novida Ginting Manik, dan Arief Budiman.

Sedangkan lima calon anggota Bawaslu terpilih adalah Ratna Dewi Pettalolo, Mochammad Afiduddin, Rahmat Bagja, Abhan, dan Fritz Edward Siregar.

Sementara itu, posisi hakim MK pengganti Patrialis Akbar, berdasarkan keterangan Ketua Panitia Seleksi Hakim MK Harjono, Jokowi telah memilih Saldi Isra. Sosok ini merupakan pria kelahiran Paninggahan, Solok, Sumatera Barat, 1968. Saldi adalah guru besar hukum tata negara Universitas Andalas.

"Ya kan namanya sudah beredar ke mana-mana. Tunggu saja besok, apakah profesor dari Sumatera Barat," ucap Pramono, yang merasa tak enak menyebut nama sebelum orang itu dilantik menjadi hakim konstitusi.

Dia menyatakan pilihan Jokowi itu sudah tepat. Pansel telah bekerja sesuai arahan Jokowi agar melakukan seleksi secara transparan.

"Diharapkan siapa pun yang besok dilantik bisa memberikan darah segar bagi kredibilitas, leverage, dan marwah MK, agar wibawanya kembali," ujar Pramono. (dnu/idh)


Berita Terkait