"Iya aku udah nonton kalau itu tanyakan saja pada yang bikin, saya sudah nonton dan itu benar dan itu terjadi kok, kita ingat tahun 97 sampai 98, itu tujuannya saya pikir untuk menunjukkan jangan sampai terjadi lagi kejadian seperti itu," kata Djarot saat diwawancara di Kantor Detikcom, Jl Warung Buncit, Jakarta Selatan, Senin (10/4/2017).
Video berisi potongan gambar saat Soekarno-Hatta menyampaikan proklamasi kemerdekaan hingga kerusuhan tahun 1998 itu menuai sejumlah kritikan karena dianggap menyudutkan umat islam. Djarot pun menampik jika video tersebut untuk menyudutkan pihak atau golongan tertentu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Supaya kita sadar betul agar Jakarta dan Indonesia itu adalah bhineka, plural, itu satu fakta, satu kenyataaan maka mari kita rawat bhineka itu dengan baik," tambahnya.
Terkait Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) yang melaporkan dirinya dan Ahok terkait video itu ke Bawaslu DKI, Djarot juga tidak mau ambil. menilai video tersebut menyerang agama tertentu. Dia meminta agar pihak yang mempertanyakan video tersebut bisa menanyakan pada tim pemenangannya.
"Ya biar saja nggak apa-apa, yang dilaporin yang apa, ya bggak apa-apa, nggak apa-apa. Yang bikin kan tim, kami kan cuma mengisi suara kan sudah terlanjur. Itu tanyakan pada tim yang membikin saya diminta kapan itu untuk pidato itu mengambil pidato saya waktu kampanye akbar di parkir timur senayan," tandasnya.
Baca Juga: ACTA Laporkan Ahok-Djarot Terkait Video #BeragamItuBasukiDjarot
Sebelumnya, ACTA melaporkan Ahok-Djarot kw Bawaslu karena menilai video tersebut menyerang agama tertentu. Pihak ACTA yang diwakili Habib Novel dan Habiburokhman, yang juga Wakil Ketua ACTA, mendatangi kantor Bawaslu dan langsung menuju lantai dua serta bertemu dengan staf bagian pengaduan.
"Jadi ACTA kali ini melaporkan untuk kesekian kali atas tindakan dilakukan oleh gubernur terdakwa (Ahok) yang lagi-lagi menyerang umat Islam dan agama Islam dalam video iklan paslon tersebut," ujar Novel Chaidir Hasan alias Habib Novel, anggota ACTA, di Bawaslu, Jakarta Pusat, Senin (10/4). (nth/imk)










































