TNI-Bappenas Bahas Tata Ulang Kekuatan TNI
Jumat, 22 Apr 2005 00:26 WIB
Jakarta - Karena kekuatan TNI tidak sebagaimana mestinya, TNI dan Bappenas membahas penataan ulang kekuatan TNI. Namun tidak dibicarakan soal penambahan anggaran.Pertemuan itu berlangsung pada 20 April 2005 antara Panglima TNI Jenderal TNI Endriartono Sutarto, Bappenas, dan Menhan Juwono Sudarsono.Dituturkan Tarto, ada dua jenis pembangunan kekuatan TNI, yakni menghadapi gangguan dan ancaman nyata, serta daya tangkal yang disebut dampak deteren."Nah, dampak deteren ini yang selama ini kita abaikan," katanya kepada wartawan usai mendampingi Panglima Tentara Diraja Malaysia Jenderal Tan Sri Dato Seri Mohammad Zahidi bin Haji Zainuddin bertemu dengan Juwono di Dephan Jakarta, Kamis (21/4/2005).Akibat fokus pembangunan kekuatan TNI tidak terlalu banyak untuk menghadapi dampak deteren, jelas Tarto, efek sampingnya terlihat dari sejumlah kebijakan negara-negara asing terhadap Indonesia."Dari situ kita mulai menata ulang, bagaimana seharusnya pembangunan TNI itu dilakukan," katanya.Ditegaskan Tarto, dalam pertemuan tersebut tidak dibicarakan soal penambahan anggaran bagi TNI. Tetapi pembicaraan utamanya mengenai bagaimana agar semua peralatan yang dimiliki TNI bisa operasional sepenuhnya."Kita punya 10 pesawat F-16, ya sepuluhnya harus bisa terbang. Kita milikiki 20 Hercules, ya semuanya harus bisa terbang. Kalau punya 10kapal, sepuluh-sepuluhnya harus bisa berlayar. Kalau kapal Fregat haruspunya peluru kendali, ya harus punya. Kalau badannya hanya Fregat, tapisemua sistemnya tidak sesuai standar Fregat," urainya.
(sss/)











































