Para Teroris Ditembak Mati, BNPT: Kalau Nggak Anggota yang Mati

Para Teroris Ditembak Mati, BNPT: Kalau Nggak Anggota yang Mati

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 10 Apr 2017 17:03 WIB
Para Teroris Ditembak Mati, BNPT: Kalau Nggak Anggota yang Mati
Foto: Muhammad Iqbal
Jakarta - Tindakan aparat dalam menindak kasus terorisme tak jarang mengakibatkan kematian orang yang disasar. Terakhir, enam teroris mati ditembak Densus 88 di Tuban Jawa Timur, Sabtu (8/4) kemarin.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius mengajak semua pihak untuk berpijak kepada peristiwa penindakan itu. Aparat tak mungkin menembak mati seseorang atau sejumlah orang tanpa alasan yang kuat.

"Mari kita objektif dalam melihat itu semuanya," kata Suhardi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (10/4/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Teroris yang melawan aparat tentu berbahaya dan mengancam jiwa aparat. Maka pilihan di lapangan hanyalah menembak atau ditembak.

"Anggota juga dalam posisi terancam jiwanya. Kalau nggak ditembak, anggota yang mati. Kan begitu," tuturnya.

Namun apabila para teroris atau terduga teroris itu tak melawan, maka aparat tak akan menembak mati mereka. Hal seperti ini, kata Suhardi, terjadi saat aparat menangani sejumlah teroris di Banten.

"Seperti di Banten, dari delapan orang cuma satu (yang tewas)," ujarnya.

Soal pertanggungjawaban, tentu internal kepolisian punya prosedurnya. "Untuk mengeluarkan peluru saja harus ada prosedur kok, apalagi menembak," ujarnya. (dnu/tor)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini