Suatu hari, Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius diundang menghadiri acara Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dia memaparkan Indonesia punya kelebihan dalam mendeteksi gelagat terorisme lebih awal.
"Kita punya kelebihan-kelebihan walaupun rentang geografis kita luar biasa, tapi kita mampu kendalikan itu. Artinya, kemampuan deteksi kita juga baik," kata Suhardi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (10/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Coba rekan-rekan lihat, apakah lebih buruk Indonesia ketimbang yang lain? Artinya, kita mampu mencegah, mendeteksi. Coba teman-teman lihat di Kairo, sebelumnya di Stockholm, dan di mana lagi tempat di dunia ini," ujarnya.
Saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini, Suhardi menyampaikan perkembangan aktual mengenai terorisme. Dia juga menyampaikan soal langkah menanggulangi terorisme, tak hanya langkah penindakan saja, tapi juga perlu langkah pencegahan supaya tidak terjadi aksi teror.
"Kita mengedepankan masalah-masalah di hulu yang menjadi variabel terjadinya terorisme itu sendiri. Termasuk masalah pembinaan mantan-mantan napi teroris," tuturnya. (dnu/idh)











































