Annan Tagih Janji Negara Kaya untuk Reformasi PBB
Kamis, 21 Apr 2005 22:28 WIB
Jakarta -
Janji memang harus ditepati. Untuk itulah Sekjen PBB Kofi Annan menagih janji negara-negara kaya untuk ditepati terkait reformasi PBB.Dia meminta negara-negara kaya untuk menyerahkan 0,7 persen dari target Growth and Development Index (GDI) atau Indeks Pertumbuhan dan Pembangunan untuk investasi negara-negara miskin. Sebab tanpa hal itu, reformasi keamanan di Dewan Keamanan PBB tidak akan tercapai.Hal itu disampaikan Annan di hadapan para Menlu Asia Afrika dalam pidato penjelasan mengenai reformasi PBB di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (21/4/2005)."Kita tidak akan memperoleh keamanan tanpa pembangunan, juga sebaliknya. Saat ini negara-negara kaya baru menyerahkan 0,25 persen dari GDI mereka, dan itu baru sepertiga dari yang mereka janjikan," ujarnya.Mengenai reformasi PBB, menurut dia, hal itu memerlukan tanggung jawab dari para anggota PBB terhadap penegakan hukum dan HAM."Untuk masalah HAM, saya telah mengajukan pembentukan Human Rights Council, yaitu untuk mempromosikan tanggung jawab penegakan HAM sebagai keunggulan dari suatu negara," jelas Annan.Dituturkan dia, negara-negara anggota PBB menyikapi berbeda hal-hal yang didahulukan untuk reformasi PBB. Ada yang menginginkan terorisme didahulukan, ada juga yang menginginkan kemajuan ekonomi didahulukan."Reformasi tidak hanya di Dewan Keamanan PBB, tapi juga harus di Dewan Ekonomi dan Sosial PBB. Kita harus menjadikan keduanya efektif," tukas Annan.
(sss/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































