"Misalnya ganda, dicermati, bener nggak nih. Kalau ganti, dua, satu kita coret karena namanya sama, dan itu pegang semuanya, KPPS pegang, saksi pegang, panwas pegang, ini lo, kita sama datanya," kata Moch Sidik di KPU DKI Jakarta, Jl. Salemba Raya, Senen, Jakarta Pusat, Senin (10/4/2017).
Sidik menjelaskan, jika benar pemilih terdaftar ganda di DPT, pihaknya akan menahan sementara atau mencoret nama pemilih dan C6 akan ditarik. Selain DPT ganda, KPU akan mencoret nama warga yang per tanggal pemilihan terdaftar menjadi TNI atau Polri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sidik, DPT bersifat dinamis, sehingga akan terus diperbarui sampai saat pencoblosan Rabu (19/4) mendatang.
"Jadi artinya DPT ini dinamis. Penetapan itu sebenarnya terkait dengan kepentingan logistik, surat suara, di-close. Jadi DPT update-nya terus berlangsung sampai 19 April. C6 ditahan, nggak dikasih," tutur Sidik.
Meski begitu, KPU akan akan mendata lebih dulu soal DPT ganda. Jika DPT sudah benar dinyatakan ganda, C6 tidak akan diberikan kepada yang bersangkutan.
"Sekarang sedang disiapkan karena hari ini mau putuskan ganda atau tidak. Apakah di DPT online juga dikasih keterangan diblok atau hanya manual. Kalau tidak memenuhi syarat, C6 tidak akan dibagikan," ungkap Sidik.
Sidik menuturkan C6 belum didistribusikan, karena harus disesuaikan dengan DPT. C6 juga harus ditulis manual oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
"C6 itu manual, ditulis satu per satu oleh KPPS berdasarkan DPT. Jadi belum didistribusikan," imbuhnya. (tor/tor)











































