Polri akan Upayakan Polantas Memakai Rompi Antipeluru

Polri akan Upayakan Polantas Memakai Rompi Antipeluru

Bartanius Dony - detikNews
Senin, 10 Apr 2017 15:03 WIB
Polri akan Upayakan Polantas Memakai Rompi Antipeluru
Foto: Ainur Rofiq/detikcom
Jakarta - Polisi saat ini menjadi target serangan dari kelompok teroris di Indonesia, khususnya di pos lalu lintas. Polri akan mengupayakan anggota di poslantas dibekali rompi antipeluru.

"Diupayakan, tapi mungkin jumlahnya nggak cukup. Saya bisa prediksi jumlahnya nggak cukup, masih terbatas," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di kompleks Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (10/4/2017).

Namun, menurut Boy, yang terpenting adalah kewaspadaan polisi tersebut. Saat ini pos polisi disebut sebagai target serangan dari kelompok teroris.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Boy menjelaskan mereka menargetkan pos polisi secara acak. "Random targetnya, mereka muter-muter dapat polisi, tembak," ucapnya.

"Kewaspadaan nomor satu, ketika Aiptu Yudi ini ditembak, dia langsung merunduk cepat. Kebetulan pelakunya belum profesional," ujarnya.

Aiptu Tatang dan Aiptu Yudi, yang lolos dari tembakan, adalah anggota Satlantas Polres Tuban yang berjaga di pos semipermanen tersebut. Diketahui, penyerang adalah kelompok teroris yang berusaha membalas dendam atas rekannya yang sempat diamankan pada Kamis (6/4).

Pelaku, yang menggunakan mobil Daihatsu Terios, menembak anggota Sat Lantas Polres Tuban yang tengah bertugas di pos pantau polisi di kawasan hutan jati Peteng, Kecamatan Jenu, Tuban, Jawa Timur. Enam teroris ini menyerang petugas dengan menggunakan senjata rakitan.

"Ada pisau juga banyak sekali, jadi ini diduga senjata api rakitan. Kalau peluru rata-rata ada yang kaliber 22, lalu 5,56," ucap Boy. (aan/idh)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads