"Kami perlu mengerti dulu, karena timing dan motivasinya juga harus dipertanyakan. Ini hanya untuk kampanye. Itu untuk menarik suara yang kemarin berbondong-bondong pindah ke nomor tiga karena kami punya rumah dengan DP Rp 0," kata Sandiaga di kawasan Cipingan Besar Selatan, Jakarta Timur, Senin (10/4/2017).
Sandiaga mempertanyakan program perumahan dari Ahok yang baru digencarkan menjelang pencoblosan. Namun dia yakin program rumah dengan DP Rp 0 dapat menjadi solusi bagi warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya diberitakan, Ahok mempunyai program bagi warga DKI Jakarta untuk mendapatkan hunian tanpa pusing terhadap cicilan. Ahok membantah program tersebut meniru pasangan Anies-Sandi, yang menyediakan program rumah dengan DP 0 persen.
"Nggak, justru saya bilang kita udah duluan jauh sebelum dia (Anies) ngomong itu. Kamu baca saja koran saya tawarin 2,5 persen itu dari tahun-tahun lalu," kata Ahok di Hotel Harris, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (9/4).
Dia menjelaskan skema pembayaran rumah bagi warga dengan penghasilan di bawah Rp 3 juta, kelas menengah, penghasilan kurang dari Rp 10 juta, dan warga pemilik tanah. Skema pertama, warga dengan penghasilan di bawah Rp 3 juta per bulan akan diberi subsidi sewa sebesar 80 persen, dengan rincian Rp 300 ribu/bulan (tanpa lift) dan Rp 450 ribu/bulan (dengan lift). (fdu/tor)











































