Angkot menjadi salah satu objek yang rawan aksi kejahatan. Banyak kejadian di Angkot seperti pemalakan oleh pengamen, pencopetan hingga penodongan, bahkan perkosaan pernah terjadi. Sasaran pelaku kejahatan di Angkot rata-rata perempuan.
"Yang paling penting adalah jangan membawa barang berharga, seperti perhiasan yang terlalu mencolok," ujar Kasat Reskrim Polres Jaktim AKBP Sapta Maulana kepada detikcom, Senin (10/4/217).
Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak menggunakan handphone ketika berada di angkutan umum. "Hindari menggunakan handphone di angkot karena salah satu sasaran pelaku adalah handphone atau barang berharga lainnya," ungkapnya.
Lalu apa yang harus kita lakukan ketika pelaku menodongkan pisau? Berteriak dengan sekencang-kencangnya adalah salah satu cara untuk menghindari penodongan, tetapi dengan melihat kondisi sekitar terlebih dahulu.
"Kalau di tempat yang ramai, berteriak saja sekencang mungkin agar mengundang perhatian warga. Perhatikan juga momennya agar pelaku tidak menyerang balik dengan senjatanya," lanjutnya.
"Dengan berteriak, secara psikologis pelaku jadi takut dan mengurungkan niatnya. Tapi kalau kemarin itu pelakunya juga terdesak karena sudah banyak warga yang mengerumuninya sehingga menodong korban," lanjutnya.
Jangan panik ketika pelaku sudah menempelkan senjatanya. "Tetap tenang dan berdoa dan jangan panik. Kalau sudah banyak warga yang berkerumun seperti kejaidan semalam, pelaku juga takut berbuat lebih jauh lagi," ungkapnya.
Dan tips yang terakhir adalah, simpan nomor kepolisian atau kantor polisi terdekat untuk meminta bantuan.
(mei/aan)











































