"Ini senjata, hasil sementara, produk lokal ya, rakitan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di kompleks Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (10/4/2017).
Namun, Boy tidak menjelaskan darimana mereka belajar merakit senjata. Yang jelas, menurutnya, hal ini merupakan 'kreatifitas' masyarakat yang keliru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, 6 orang itu ditembak mati petugas gabungan. Mereka bersembunyi di kebun jagung setelah sebelumnya mencoba menembak seorang anggota Sat Lantas Polres Tuban yang tengah berjaga di pos lalu lintas.
Mereka merupakan teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi kepada ISIS. Menurut Boy, mereka memang mendapat instruksi untuk menyerang aparat dari Zainal Anshori, Amir JAD Nusantara.
"Sel-sel JAD saat ini sedang mendapat instruksi untuk melakukan penyerangan terhadap petugas. Yang rentan diserang adalah yang berada di pos Polisi," pungkas Boy. (brt/idh)











































