Menag: Yang Tepat Jadi Khatib di Istiqlal Saat KAA Tuan Rumah

Menag: Yang Tepat Jadi Khatib di Istiqlal Saat KAA Tuan Rumah

- detikNews
Kamis, 21 Apr 2005 19:06 WIB
Jakarta - Menag Muhammad Maftuh Basyuni mengakui tak mengizinkan pemimpin Libyia Moammar Khadafi menjadi imam dan khatib salat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, di saat pelaksanaan KAA. Alasannya, yang lebih tepat jadi khatib tuan rumah."Karena yang datang ke masjid bukan Qadhafi saja tapi juga kepala-kepala negara yang lain, maka yang lebih bijaksana dilakukan adalah kalau yang menjadi imam dan khotib itu tuan rumah sendiri," jelas Basyuni.Basyuni, yang ditemui detikcom di kantor Menag, Jl. Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (21/4/2005), kemudian menegaskan pihaknya tidak pernah melarang Khadafi menjadi khatib. Yang benar, permintaan Khadafi itu belum dijawab."Jadi kalau dikatakan nggak boleh, kita melarang, itu nggak ada. Kita belum pernah beri izin dengan pertimbangan yang akan hadir dalam salat Jumat bukan hanya satu kepala negara tapi banyak kepala negara lainnya," kata Basyuni.Basyuni juga menjelaskan menurut agama yang lebih berhak menjadi imam dan khatib adalah tuan rumah sendiri, yakni ulama dari Indonesia. "Tamu boleh jadi imam kalau diminta oleh tuan rumah." (gtp/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini