Khadafi Tak Hadiri KAA Karena Tak Boleh Jadi Khatib di Istiqlal
Kamis, 21 Apr 2005 18:56 WIB
Jakarta -
Terkuak sudah alasan pemimpin Libya Moammar Khadafi tak menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika di Jakarta. Ia batal hadir karena tak boleh menjadi imam dan khatib salat Jumat di Masjid Istiqlal di sela-sela KAA.Menurut Menag Muhammad Maftuh Basyuni, batalnya kehadiran Khadafi itu disampaikan Wakil Ketua Organisasi Islam di Libyia Ahmad Syarif setelah permintaan Khadafi untuk menjadi imam dan khatib di Istiqlal tak dijawab pemerintah Indonesia."Oke. Kalau ini adalah putusan final. Saya akan sampaikan pada pemimpin saya. Tetapi jangan marah kalau presiden kami nanti tidak hadir," kata Basyuni menirukan pernyataan Syarif dalam pertemuan di kediamannya itu.Pertemuan di rumah Basyuni itu juga dihadiri Kepala Pengelola Masjid Istiqlal, Mubarok, dan staf KBRI di Libya, Muhidin. Dalam pertemuan itu Basyuni menyatakan karena yang hadir banyak kepala negara maka lebih bijaksana kalau yang menjadi khatib adalah tuan rumah.Menurut Basyuni, pihaknya hanya mengizinkan Khadafi untuk menjadi imam salat Jumat di Istiqlal. Namun usai salat Jumat Khadafi diberi kesempatan menyampaikan pidato perkenalan kepada jamaah, dan akan disediakan penerjemah."Kalau jadi imam tidak apa-apa, kita setujui. Tapi kalau khatib, tidak," kata Basyuni dalam perbincangan dengan detikcom di Gedung Depag, Jl. Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (21/4/2005),Menurut Basyuni, pendekatan Libya agar Khadafi boleh menjadi imam dan khatib di Istiqlal sudah dilakukan sejak pertengahan bulan Maret lalu. Yakni saat beberapa orang staf Kedutaan Besar Libya di Jakarta bertemu Basyuni ketika salat Jumat di Istiqlal. Usai salat mereka menjelaskan kehadirannya sebagai persiapan kunjungan Khadafi ke Istiqlal. Saat itu Basyuni tidak terpikir kalau kunjungan Khadafi itu sebagai imam dan khatib. Yang dipikir Basyuni, Khadafi hanya ingin salat Jumat dengan masyarakat Indonesia.Ternyata kemudian ada permintaan resmi dari special envoy Libya agar Khadafi menjadi imam dan khatib salat Jumat di Istiqlal. Dan dijawab kalau menjadi jadi imam tidak apa-apa. Tapi utusan Libya menjelakan kebisaan di negaranya kalau menjadi imam sekaligus menjadi khotib. Atas permintaan itu pemerintah Indonesia belum memberikan jawaban. Kemudian Wakil Ketua Organisasi Islam di Libyia Ahmad Syarif menemui Basyuni di kediamannya. Dan ketika permintaan itu tidak juga dikabulkan, Syarif menyampaikan batalnya Khadafi menghadiri KAA.
(gtp/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































