"Itu (Ujian Nasional) punya manfaat untuk pemetaan perguruan tinggi bagi saya. Kalau dia tidak lulus dalam UN, ini bagaimana kredibilitas SMA-nya. Untuk SNMPTN akan kami kurangi," kata Menristek Dikti M Nasir di Badung, Bali, Senin (10/4/2017).
Nasir menambahkan dalam pandangannya bahwa sekolah menengah memang harus memiliki standar. Kementerian Ristek Dikti sendiri berkepentingan terkait pada reputasi perguruan tinggi.
Untuk alokasi penerimaan di perguruan tinggi, Nasir menambahkan bahwa alokasi minimal untuk Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SNMPTN 30%, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN sebanyak 30%, dan ujian mandiri maksimal 30%. Harapannya, para siswa dapat memanfaatkan ketersediaan alokasi ke perguruan tinggi tersebut.
"Harapan saya (para siswa) memanfaatkan dari SBMPTN itu," ucapnya.
Sebagaimana dikutip detikcom dari laman www.sbmptn.ac.id, pelaksanaan ujian tertulis dilaksanakan pada hari Selasa, 16 Mei 2017, ujian keterampilan pada Rabu dan Kamis 17 dan 18 Mei 2017. Pengumuman hasil seleksi dilakukan pada tanggal 13 Juni 2017 mulai oukul 17.00 WIB. (bri/rvk)











































