"Nanti malam kita akan duduk lagi dengan tim paslon untuk meng-cross check temuan-temuan mereka seperti apa, apakah memang benar. Kalau memang benar akan diperbaiki. Jadi prinsipnya memang terus dilakukan penyempurnaan sebelum hari H," kata ketua KPU DKI Jakarta, Sumarno di KPU DKI Jakarta, Jl. Salemba Raya, Senen, Jakarta Pusat, Senin (10/4/17).
Baca Juga: Timses Anies Temukan 15.000 Pemilih Ganda di Putaran Kedua
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bukan diubah, artinya akan ditandai. Kalau di satu TPS misalnya 500 DPT, kemudian ditemukan ada 10 yang ganda, dicoret yang 10 itu kemudian tidak akan diberikan hak pilih. Bukan kemudian kita pleno lagi penetapan DPT, tidak," ujarnya.
Selain itu KPU DKI juga akan menuntaskan masalah C6 atau surat pemberitahuan. Karena form C6 tersebut harus diberikan maksimal tiga hari sebelum pencoblosan.
"Malam nanti harus di-clear-kan karena setelah ini KPU kota akan membuat C6 dan KPPS akan menulis C6 dan mendistribusikan ke para pemilih. Maksimal H-3," kata Sumarno.
Sebagaima diketahui tim sukses Anies Baswedan-Sandiaga Uno menemukan sekitar 15.000 pemilih ganda di Daftar Pemilih Tetap (DPT) putaran kedua. Temuan ini didasarkan pada penyisiran yang dilakukan oleh tim pemenangan beberapa hari ini.
"Jadi jumlah DPT yang masuk, lakukan penyisiran, kami pada hari ini menemukan DPT ganda. Di Jakarta ada 15.000-an lebih. Saya beri contoh di Jakarta Utara ada 2.333," ujar Wakil Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi, M Taufik di Jl Cicurug no 6, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (9/4/2017). (imk/imk)











































