"Saya dipanggil Bapak Presiden untuk melaporkan perkembangan masalah penanggulangan terorisme dan radikalisme di Indonesia, dan juga terkait masalah aktual kejadian kemarin di Jawa Timur," kata Suhardi usai bertemu Jokowi, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (18/4/2017).
Terjadi dua peristiwa terkait terorisme di Jawa Timur selama sepekan terakhir ini. Pada Kamis (6/4) kemarin, Densus 88 (Antiteror) melakukan penangkapan tiga orang terduga teroris di Lamongan. Seorang di antaranya dipastikan sebagai pimpinan kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suhardi menjelaskan ke Jokowi, lembaganya sudah melakukan penindakan serta pendekatan pencegahan. "Tidak hanya dalam aspek penindakan saja, tapi kita mengedepankan masalah-masalah di hulu yang menjadi variabel daripada terjadinya terorisme itu sendiri, termasuk juga masalah pembinaan mantan-mantan narapidana terorisme," tuturnya.
Kini pihak terkait sedang mendalami detail perkara terorisme di Jawa Timur itu. BNPT berterima kasih kepada Densus 88 yang telah bekerja dengan baik.
"Kita berterimakasih kepada teman-teman di Densus 88 yang sudah sangat aktif untuk itu," tutur Suhardi. (dnu/tor)










































