"Kami minta klarifikasi terkait Umar. Informasi terkait tidak terkait terorisme, apalagi ISIS, tapi terkait administrasi paspor. Waktu luang beliau untuk bimbing jemaah haji dan umrah," ujar Djamil di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (10/4/2017).
Saat ini, kata Djamil, Nadir masih diperiksa di Mapolda Jawa Timur. Anggota Komisi III DPR itu mengatakan Nadir hanya tidak mengetahui soal pengurusan visa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Djamil mengatakan Nadir akan pulang dari Mapolda Jatim dalam waktu dekat. Ia memastikan kondisi Nadir dalam keadaan sehat. Djamil pun menampik kabar bahwa pemeriksaan Nadir terkait dengan Pilkada DKI.
"Kondisi sehat walafiat. Kami katakan menghargai, mudah-mudahan sedikit lagi bisa aktivitas. Saya tidak bisa duga arah Pilkada DKI karena beliau bukan DPRD DKI. Hanya kebetulan saja," tutur Djamil.
Sebelumnya, Nadir diamankan Densus 88 di Terminal 2 Bandara Juanda sepulang dari Kuala Lumpur, dengan menumpang maskapai AirAsia XT 327 pada Sabtu (8/4) sore. PKS telah membentuk tim untuk menindaklanjuti penangkapan kadernya itu.
"Kita sudah dengar kabar itu dan kita membuat tim," kata Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid saat dihubungi, Minggu (9/4). (dkp/elz)











































