Saat dikunjungi tim detikcom pada Jumat 7 April 2017, terlihat lahan yang akan dijadikan jalan tol masih berupa tanah dan sedang terus dibangun pondasi untuk jalan tol.
Lahan yang akan dijadikan tol. Foto: Bartanius Dony/detikcom |
Team Leader PPTR (Pejagan-Pemalang Tol Road), M Amin, mengatakan secara fungsional tol dapat digunakan pada H-10 Lebaran. "Progres sudah 62,55 persen. Target H-10 lebaran, jalur fungsional saja, operasional nanti bulan Desember. Lebar 7 meter, beton dengan ketebalan 10 sentimeter, jelas Amin kepada detikcom di lokasi pembangunan jalan tol, di Pemalang, Jawa Tengah.
Pondasi tol terus dibangun. Foto: Bartanius Dony/detikcom |
Jalur tol ini, menurut Amin, hanya untuk kendaraan dari arah Jakarta menuju Semarang. Ada dua sesi pengerjaan ini, sesi 3 adalah jalan tol dari Brebes Exit (Brexit) menuju Ujungresi. Kemudian, sesi 4 dari Pecabean sampai Sewaka. "Sesi 4 dari Pecabean sampai Sewaka, sudah 80 persen," ujar dia.
Pada pembangunan sesi 3, Amin menjelaskan ada beberapa kendala. Salah satunya adalah satu rumah yang menolak untuk digusur. Saat ini, pihaknya sedang menunggu hasil kasasi. Ada satu rumah yang belum bebas, masih kasasi. Nama lokasinya Sidokaton, jelasnya.
Rest area juga akan dibangun di sepanjang tol. Foto: Bartanius Dony/detikcom |
Kemudian untuk mengantisipasi kemacetan di sepanjang jalan tol tersebut, terdapat empat pintu keluar. Yang pertama adalah di Ujungresi mengarah ke Semarang. Kedua di Karangjati, ketiga ada di Warureja, dan keempat ada di Sewaka. Untuk yang mengarah ke Semarang, disediakan 12 gerbang tol.
Sepanjang jalan tol ini, juga akan disediakan rest area sementara. Seperti yang lainnya, rest area ini berisi tempat istirahat, musala, toilet, parkir, hingga bensin kemasan.
Anggaran pembangunan ruas tol sepanjang 37,5 kilometer ini mencapai Rp 3 triliun. "Anggaran fisik, konstruksi hampir Rp 3 triliun. Itu kontrak awal," imbuhnya.
Bensin Kemasan
Dalam kesempatan itu, Amin menjelaskan akan disedikan bensin dalam bentuk kemasan oleh Pertamina. Pengadaan bensin kemasan ini adalah hasil evaluasi dari peristiwa pada Brexit tahun 2016 lalu di mana banyak pengemudi yang sulit mendapatkan bahan bakar.
"Evaluasi dari Brexit tahun lalu, akan ada bensin kemasan, ujarnya. (aan/fdn)












































Lahan yang akan dijadikan tol. Foto: Bartanius Dony/detikcom
Pondasi tol terus dibangun. Foto: Bartanius Dony/detikcom
Rest area juga akan dibangun di sepanjang tol. Foto: Bartanius Dony/detikcom