TNI Keukeuh Tolak Gencatan Senjata dengan GAM
Kamis, 21 Apr 2005 17:49 WIB
Jakarta - Dua kali menggelar pertemuan di Helsinki, RI dan GAM gagal meneken kesepakatan. Selama belum ada keputusan hitam di atas putih, TNI menolak gencatan senjata dengan GAM.Demikian disampaikan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto usai mendampingi Panglima Tentara Malaysia Jenderal Tan Sri Dato Seri Muhammad Zahidi bin Hj Zainuddin untuk berpamitan dengan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono di kantor Departemen Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (21/4/2005)."Kalau itu suatu keputusan pemerintah, kita harus dukung kan tidak mungkin pemerintah mengatakan kita setuju perdamaian dengan GAM tetapi TNI tidak bisa. Kalau ketemu GAM saya bunuh kan tidak boleh," kata panglima TNI menjawab pertanyaan wartawan terkait permintaan GAM agar TNI berposisi difensif (tidak menyerang).GAM terpaksa gigit jari karena permintaannya sulit diwujudkan mengingat diplomasi yang mencari solusi damai bagi Aceh tidak sinkron dengan kejadian di lapangan."Kita harapkan dengan mereka mengatakan itu menyelesaikan solusi secara damai seharusnya di lapangan juga seperti itu. Tetapi realitasnya tidak begitu, di lapangan sementara TNI tetap punya kewajiban untuk mengamankan Aceh kalau mereka mengambil langkah yang mengganggu keamanan, ya kita punya tugas untuk proteksi kepada masyarakat," papar dia. Apa TNI mengambil posisi difensif?"Tidak, itu kita lakukan pada masa tanggap darurat kemarin. Kita beberapa kali dan juga GAM mengatakan itu tetapi realitasnya GAM mengambil posisi tidak seperti yang kita katakan," tandas dia.Mengenai permintaan GAM untuk dilibatkannya negara regional, panglima TNI menambahkan belum ada kesepakatan. "Masalah substansi belum disepakati sepenuhnya. Kalau sudah disepakati tentunya akan ditindaklanjuti dan belum komentar apapun," kata panglima TNI.Deputi II Bidang Kesehatan Kementerian Kesra yang juga menjadi anggota delegasi pemerintah Farid Husein menyampaikan hal yang sama."Belum ada poin kesepakatan yang ditandatangani termasuk gencatan senjata, posisi difensif dan pelibatan negara regional. Kalau masih ada baku tembak, karena Aceh konflik. Jadi prinsipnya sebelum ditembak kita tembak duluan," imbuhnya.Pertemuan tahap tiga RI dengan GAM direncanakan akan digelar di Helsinki pada Mei 2005.
(aan/)











































