Canggih & Murah, Sutiyoso Pilih Teknologi Monorel dari Korsel
Kamis, 21 Apr 2005 17:41 WIB
Jakarta -
Konsorsium PT Jakarta Monorel belum memutuskan teknologi monorel yang akan dipakai, apakah dari Jepang, Korea Selatan, Cina, Eropa, atau Kanada. Namun secara pribadi Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso lebih memilih teknologi dari Korea karena paling canggih dan murah."Kalau saya melihat secara pribadi akan memilih Korea. Tapi itu bukan keputusan saya. Itu keputusan konsorsium untuk memutuskan mana yang layak. Alasan saya ini adalah teknologi yang paling canggih dan murah yang ada saat ini," kata Sutiyoso.Sutiyoso, usai rapat paripurna DPRD DKI tentang penyampaikan kata akhir fraksi-fraksi mengenai retribusi daerah di Gedung DPRD DKI, Jl. Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (21/4/2005), menjelaskannya penilaiannya ini ketika ditanya wartawan tentang hasil meninjau teknologi monorel di Cina dan Korsel.Menurut Sutiyoso, monorel di Korsel ini tenaga ahlinya dari Jerman dan menggunakan magnet. Teknologi ini paling cocok digunakan di Jakarta sebab tidak mengunakan ban yang terlalu banyak. "Kalau kita pakai ban yang terlalu banyak, setiap tahun berapa ban yang akan kita ganti," ujarnya.Soal harga Sutiyoso mengaku tidak tahu karena bukan bidangnya dan sangat teknis sifatnya. Yang jelas Sutiyoso pada saat penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika akan menemui pemimpin Korsel untuk membahas lebih lanjut soal kerja sama iniNamun Sutiyoso juga mengaku tidak akan kecewa jika usulannya mengajukan teknologi dari Korea tidak disetujui Jakarta Monorel dan konsorsium dari Singapura. Dengan catatan konsorsium bisa menjelaskan kenapa usulannya tidak diterima."Kan mereka yang bertanggungjawab. Saya cuma beri tawaran yang suatu saat milik lagi. Tapi kalau dipilih barang itu tidak layak dipakai, saya tidak mau. Kalau pertimbanganya hanya karena murah," katanya.Ditambahkan Sutiyoso, Jumat (22/4/2005) besok ia akan memanggil Jakarta Monorel dan Konsorsium dari Singapura untuk membahas teknologi monorel yang akan dipakai di Jakarta. Konsorsium diberi waktu selama dua minggu untuk memutuskan teknologi mana yang akan dipakai.
(gtp/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
