Acara digelar di salah satu hotel di Pekanbaru, Jumat (7/8/2017). Hadir dalam acara tersebut Ketua Fraksi PKB MPR RI Abdul Kadir Karding, Pimpinan Badan Anggaran MPR RI Muhamad Lukman Edy, serta Kepala Biro Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal MPR RI Siti Fauziah.
Hadir pula Budayawan Melayu Riau, Yusmar Yusuf, Ketua DPRD dan Ketua KPUD Provinsi Riau serta ratusan undangan. Dalam acara seni budaya tersebut ditampilkan seni budaya melayu yaitu: Gurindam, Syair, Pantun dan Puisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pantas mendapat apresiasi. Serta menyadarkan masyarakat untuk dapat melestarikan dan membangkitkan seni budaya," ujar Siti yang menutup sambutannya dengan membaca pantun.
Sementara itu Abdul Kadir Karding menyatakan Sosialisasi Empat Pilar MPR dilaksanakan untuk melaksanakan perintah UU yaitu UU No. 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD. Dalam UU itu menugaskan MPR untuk menyosialisasikan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.
Karding mengaku prihatin melihat keadaan masyarakat yang dipengaruhi oleh kebudayaan luar, seperti tidak ada lagi etika sopan santun. untuk itu MPR secara masif menyosialisasikan Empat Pilar untuk membangkitkan kembali ke-Indonesian yang terkenal dengan sifat ramah, gotong royong dan peka terhadap lingkungan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Dan MPR RI sudah melaksanakan berbagai macam pagelaran seni budaya sesuai dengan budaya dihampir seluruh daerah sebagai metode sosialisasi seperti seminar, ToT, diskusi dan seni budaya dan bertujuan untuk melakukan reaktualisasi terhadap nilai-nilai Pancasila," jelas Karding.
Karding melanjutkan dalam rangka internalisasi pemahaman terhadap Empat Pilar kepada masyarakat, sosialisasi melalui pentas seni budaya daerah adalah salah satu bentuk apresiasi dan langkah konkret. Karding berharap Riau bisa menjadi pusat budaya Melayu Riau.
Dalam kesempatan itu juga diadakan acara peluncuran buku Biografi Lukman Edy dengan judul 'Sekali Layar Terkembang Tengok-Tengok ke Belakang' karya Lina M Komarudin dan Ade Wiharso. (ega/ega)











































