Denyut Ekonomi di Sungai Musi yang Tak Pernah Berhenti

Denyut Ekonomi di Sungai Musi yang Tak Pernah Berhenti

Raja Adil Siregar - detikNews
Jumat, 07 Apr 2017 20:26 WIB
Denyut Ekonomi di Sungai Musi yang Tak Pernah Berhenti
Foto: Raja Adil Siregar/detikcom
Palembang - Sungai Musi sebagai ikon Kota Palembang, Sumatera Selatan, menjadi salah satu denyut aktivitas warga. Musi membelah Kota Palembang menjadi 2 bagian. Seberang Ulu dihuni oleh 24 persen masyarakat Palembang dan Seberang Ilir dengan 76 persen penduduk.

Aktivitas masyarakat di tepian Sungai Musi memang tidak ada habisnya. Jika kebanyakan masyarakat menikmati kendaraan umum dan mobil pribadi, di Sungai Musi terlihat masyarakat masih aktif lalu-lalang dengan memanfaatkan aliran sungai sebagai sarana transportasi dan bongkar muat barang.

Salah satunya seperti yang dilihat detikcom di Kampung 7 Ulu tepat di bawah jembatan Ampera Kota Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (7/4/2017). Berbagai kapal (getek) berlabuh di bawah jembatan Ampera menanti penumpang yang akan menuju ke beberapa daerah di Sumsel seperti Pulau Kemaro, kabupaten Musi Banyuasin, jalur Sujian dan Sungai Baung atau hanya sekedar menyeberang ke pasar rakyat 16 Ilir yang berada di seberang sungai. Aktivitas perdagangan masih memanfaatkan sungai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau pagi itu masyarakat masih bongkar muat barang dagangan dari daerah-daerah dan memang dari dulu melalui Sungai Musi, " ujar Mahmud, pemilik getek yang sedang menunggu penumpang di tepian Sungai Musi.

Denyut Dagang di Sungai Musi yang Tak Pernah BerhentiFoto: Raja Adil Siregar/detikcom


Lebih lanjut, Mahmud mengatakan, setiap hari banyak masyarakat yang mencari ikan baik dengan memancing maupun menjala (menjaring). Hal ini terlihat saat detikcom menyusuri kampung 7 ulu hingga Pasar 16 Ilir menggunakan getek.

Di pasar 16 Ilir, masyarakat memadati pasar yang menyajikan berbagai dagangan. Termasuk pasar Wisata Kuliner tepian Sungai Musi yang menyajikan berbagai makanan khas seperti pempek dan mie celor.

Denyut Dagang di Sungai Musi yang Tak Pernah BerhentiFoto: Raja Adil Siregar/detikcom


Namun, kondisi pasar wisata kuliner di tepian sungai musi tidak seramai yang ada di Kampung Pempek pasar 26 Ilir. Hal ini disebabkan kondisi pasar yang tidak terurus dengan baik. Serta banyaknya pemalak di kawasan tersebut.

"Banyak pemalak di sini bang, kondisinya juga kurang bersih. Jadi kalau kita mau beli makanan seperti di paksa-paksa," ujar Delima, mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Palembang. (idh/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads