Aktivitas masyarakat di tepian Sungai Musi memang tidak ada habisnya. Jika kebanyakan masyarakat menikmati kendaraan umum dan mobil pribadi, di Sungai Musi terlihat masyarakat masih aktif lalu-lalang dengan memanfaatkan aliran sungai sebagai sarana transportasi dan bongkar muat barang.
Salah satunya seperti yang dilihat detikcom di Kampung 7 Ulu tepat di bawah jembatan Ampera Kota Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (7/4/2017). Berbagai kapal (getek) berlabuh di bawah jembatan Ampera menanti penumpang yang akan menuju ke beberapa daerah di Sumsel seperti Pulau Kemaro, kabupaten Musi Banyuasin, jalur Sujian dan Sungai Baung atau hanya sekedar menyeberang ke pasar rakyat 16 Ilir yang berada di seberang sungai. Aktivitas perdagangan masih memanfaatkan sungai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Raja Adil Siregar/detikcom |
Lebih lanjut, Mahmud mengatakan, setiap hari banyak masyarakat yang mencari ikan baik dengan memancing maupun menjala (menjaring). Hal ini terlihat saat detikcom menyusuri kampung 7 ulu hingga Pasar 16 Ilir menggunakan getek.
Di pasar 16 Ilir, masyarakat memadati pasar yang menyajikan berbagai dagangan. Termasuk pasar Wisata Kuliner tepian Sungai Musi yang menyajikan berbagai makanan khas seperti pempek dan mie celor.
Foto: Raja Adil Siregar/detikcom |
Namun, kondisi pasar wisata kuliner di tepian sungai musi tidak seramai yang ada di Kampung Pempek pasar 26 Ilir. Hal ini disebabkan kondisi pasar yang tidak terurus dengan baik. Serta banyaknya pemalak di kawasan tersebut.
"Banyak pemalak di sini bang, kondisinya juga kurang bersih. Jadi kalau kita mau beli makanan seperti di paksa-paksa," ujar Delima, mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Palembang. (idh/fdn)












































Foto: Raja Adil Siregar/detikcom
Foto: Raja Adil Siregar/detikcom