DetikNews
Jumat 07 April 2017, 20:20 WIB

Peneliti Temukan Liontin Zaman Es di Leang Bulu Bettue Maros

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Peneliti Temukan Liontin Zaman Es di Leang Bulu Bettue Maros Foto: Liontin yang ditemukan (Amang-detikcom)
Makassar - Tim Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya Sulsel menemukan liontin masa pleistosen (zaman es) akhir di Leang Bulu Bettue, Kabupaten Maros, Sulsel. Penemuan ini menandakan manusia purba yang tinggal di kawasan Garis Wallacea telah menggunakan perhiasan dalam kesehariannya.

Penelitian ini dilakukan dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Laboratorium Arkeologi Universitas Hasanuddin, Balai Pelestarian Cagar Budaya Sulsel. Selain itu ada juga peneliti evolusi manusia dari beberapa kampus di Australia, seperti Griffith University, Wollonggong University dan Australian National University (ANU).

Peneliti Temukan Liontin Zaman Es di Leang Bulu Bettue MarosFoto: Liontin yang ditemukan (Amang-detikcom)


Selain temuan liontin yang dibuat dari tulang jari beruang kuskus, tim peneliti juga menemukan bebatuan yang diyakini sebagai benda seni yang bisa dibawa-bawa atau biasa disebut portable art.

Mubarak Andi Pampang, arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Sulsel, mengatakan tim juga menemukan benda-benda seni yang terbuat dari batu yang diukir dan bisa dibawa ke mana-mana oleh manusia purba. Selain itu juga ditemukan banyak kapak batu, dan tulang-belulang mega fauna, seperti tulang Anoa dan Babi Rusa di jaman pleistosen akhir. Penemuan itu berada di sekitar lokasi eskavasi di Leang Bulu Bettue.

"Para peneliti dalam tim ekskavasi di Leang Bulu Bettue meyakini adanya unsur modifikasi atau pelubangan tulang jari beruang kuskus dijadikan perhiasan oleh manusia purba, kami menyebutnya "Perhiasan dari Bettue", selain itu ada koneksi paralel dengan temuan bahan pewarna dari mineral atau hematit, yang digunakan manusia purba untuk melukis di dinding gua, yang usianya diperkirakan 17 hingga 40 ribu tahun lalu," ujar Mubarak saat diwawancara detikcom Jumat (7/4/2017).

Penelitian terkait perhiasan tertua di Indonesia ini dipublikasikan dalam jurnal yang berjudul "Early human symbolic behavior in the Late Pleistocene of Wallacea" yang dipublikasikan di situs Proceedings of The National Academy of Sciences of The United States of America (PNAS), pnas.org, yang diterbitkan pada 3 April kemarin.


(mna/rvk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed