Konferensi yang juga dihadiri ratusan ulama muda dan para ahli dari Indonesia tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan. Dalam sambutannya, Zulkifli mengajak kepada umat Islam, khususnya di Indonesia, bersatu meningkatkan ilmu pengetahuan dan perekonomian umat.
Perbedaan yang ada di dalam umat, kata Zulkifli, diharapkan tidak diperdebatkan, melainkan bagaimana menyatukan umat Islam yang mayoritas ini menjadi satu kekuatan ekonomi bagi bangsa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain persoalan ekonomi, tantangan yang dihadapi Islam saat ini terkait dengan ilmu pengetahuan. Sebab, hal ini pulalah yang membuat pamor Islam kini menurun di mata dunia.
"Suatu bangsa akan maju dan berkembang karena adanya ilmu pengetahuan dan teknologi. Kekalahan umat Islam adalah di bidang penguasaan IPTEK," ujarnya.
Ketua Penyelenggara Konferensi Persatuan Umat Yusuf Utsman Baisa mengatakan konferensi ini bertujuan menyerukan persatuan untuk melawan pemikiran ekstremisme dan radikalisme. Yusuf juga menekankan pentingnya posisi ahlus sunnah wal jamaah dalam menghadapi pemikiran yang cenderung mengarah ke radikalisme kepalsuan berdakwah.
"Garis besar dari konferensi ini untuk melawan mereka yang mendukung pemikiran ekstremisme dan radikalisme. Salah satunya dengan mengajak para ulama, baik dari ASEAN maupun Timur Tengah, untuk memberantas pemikiran tersebut melalui cara-cara legal," ucap Yusuf.
Sebanyak 120 perwakilan ulama dari Indonesia serta 80 delegasi dari negara ASEAN dan Timur Tengah, seperti Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Sudan, hadir dalam konferensi tersebut. (ega/ega)











































