Dalam rilis dari Pemprov Sumsel, Jumat (7/4/2017), Alex dinilai berhasil mengajak mitra swasta lembaga swadaya manusia (LSM) bersama pemerintah mengatasi kebakaran lahan dan hutan (karhutla) dan kegiatan green growth.
Dalam acara itu, Alex dijuluki oleh audiens sebagai The No Fire Governor. Audiens yang hadir di antaranya dari pemerintah Singapura, NGO lingkungan hidup, akademisi, dan pemerhati masalah lingkungan hidup.
Julukan lainnya juga disematkan kepada Alex pada 2015, yakni The Haze Governor. Rencananya, tim dari Singapura akan mengunjungi Sumsel pada Agustus mendatang.
Selain ke Singapura, Alex diminta sebagai speaker atas kerja sama JICA, KLHK, dan BRG di Universitas Tokyo pada 11 April mendatang. Acara tersebut bertema 'Mensiasati Peluang Bisnis di Lahan Gambut yang Berkearifan Lokal'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk diketahui, dua tahun lalu kebakaran hutan melanda sebagian pulau di Indonesia, termasuk Sumsel. Kejadian itu membuat beberapa daerah terganggu kabut asap.
Hal itu juga disebabkan lahan gambut kering yang saling bergesekan saat musim kemarau. Sumsel, sebagai salah satu daerah yang memiliki lahan gambut terbesar, mampu mengelola sehingga tidak ada kebakaran lahan lagi. (nwy/ega)











































