Ziarah juga dilakukan dalam rangka menjelang peringatan HUT ke-470 Kota Semarang. Acara dimulai dengan salat isya berjemaah di masjid kompleks makam, yang dipimpin imam salat Ateng Ghozani Miftah.
Sementara itu, pembacaan Yasin, tahlil, dan doa bersama-sama dipimpin KH Zikron Abdulloh. Kemudian dilanjutkan dengan acara inti tabur bunga yang dipimpin Wali Kota dan diikuti peserta ziarah, termasuk masyarakat. Dalam sambutannya, wali kota yang akrab disapa Hendi itu mengajak jemaah selalu mewarisi perjuangan pemimpin terdahulu, terutama dalam rangka menjadikan Kota Semarang lebih baik dan lebih hebat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kalau kita menghormati pemimpin, seperti Sunan Pandanaran, maka artinya kita telah meyakini bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa-jasa pahlawan," katanya.
Hendi menuturkan bertambahnya usia Kota Semarang hingga 470 tahun saat ini tidak lepas dari persoalan. "Pekerjaan rumah masih banyak yang harus diselesaikan dengan kerja keras dan kerja cerdas dari seluruh warga masyarakat," ucap Hendi.
Terutama persoalan banjir dan rob di wilayah timur yang masih terjadi. Untuk itu, perlu ada upaya rekayasa teknis agar dapat meminimalkan persoalan banjir tersebut.
Pihaknya menginstruksikan camat dan lurah bisa memetakan titik-titik di wilayah yang sering terjadi banjir, kemudian diurai ke saluran air. Kemudian permasalahan tersebut dibawa ke Musrenbang untuk bisa ditangani dengan menggunakan APBD Kota Semarang.
Sedangkan untuk jangka pendek, lanjut Hendi, upaya yang bisa dilakukan adalah menggerakkan warga, dibantu alat-alat berat dari PU, untuk membersihkan lingkungan. Pada akhir sambutannya, Hendi mengingatkan untuk tidak mengabaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.
"Seorang pemimpin akan dihargai oleh masyarakat ketika bisa menyelesaikan persoalan kecil maupun besar," tuturnya. (ega/nwy)











































