"Dari dulu pasti kita (DPR) mengecam ini tapi kan kecaman DPR kan sifatnya legislatif ya. Kita sudah bicada di forum diplomasi internasional. Kita mengajak IPU (Inter-Parliamentary Union) untuk mengecam sebagai organisasi parlemen dunia," tegas Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (7/4/2017).
Fahri meminta pemerintah untuk segera mengambil tindakan. "Action legislatif ya, yang bisa calling untuk sidang darurat kan wakil kita di PBB. Indonesia gak kelihatan perannya," sebutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wakil kita di PBB harus bicara lantang, ini soal kemanusiaan kok, menghentikan korban," katanya.
Menurut Fahri, dirinya hampir melihat korban-korban perang di Suriah hampir di semua kanal televisi. Dia menyebut rakyat Suriah adalah korban dari permainan negara-negara besar yang berkepentingan.
"Perang Suriah seperti dijadikan ajang permainan tarik menarik kekuatan di kawasan yang sekarang melibatkan pemain besar seperti Rusia, AS dan Turki. Padahal menurut saya, negara-negara besar itu sanggup mengakhiri tragedi kemanusiaan ini. Apa sulitnya AS, Rusia, mengajak bicara Bashar Assad (Presiden Suriah) ini soal fakta penggunaan bom kimia yang membunuh warga sipil dan anak-anak," ungkapnya.
Dia pun berharap semoga perang ini tidak berlarut-larut. "Korban sudah terlalu banyak. Luar biasa kita menyaksikan anak kecil yang meregang nyawa," cetusnya. (gbr/imk)











































