Pelaku Pembiusan di PIM Sempat Mengaku sebagai Polisi

Pelaku Pembiusan di PIM Sempat Mengaku sebagai Polisi

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Jumat, 07 Apr 2017 16:39 WIB
Pelaku Pembiusan di PIM Sempat Mengaku sebagai Polisi
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Pelaku pembiusan di parkiran mobil Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan, sempat mengaku sebagai polisi untuk melancarkan aksinya. Kedua pelaku, berinisial R dan MR, diduga melakukan pembekapan untuk mengambil barang yang dimiliki korban.

"Yang jelas, dia menarik dan mengaku katanya polisi. Jadi dia bentak, 'Kamu ikut saya, saya polisi'. Yang pasti, dia mungkin akan menguasai apakah barangnya, apakah mobilnya," kata Wakapolres Jaksel AKBP Budi Sartono saat jumpa pers di Mapolres Jaksel, Jl Wijaya, Kebayoran Baru, Jumat (7/4/2017).

Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Budi Hermanto mengatakan pihaknya juga tengah mengecek cairan yang digunakan pelaku saat melakukan pembekapan. Modus-modus pembiusan ini pun akan terus didalami polisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami akan melakukan uji laboratorium terhadap barang bukti yang ada. Kami ingin mengetahui cairan apa yang digunakan, kenapa menggunakan modus-modus seperti ini," ujar Budi.

Kedua pelaku itu mengaku berprofesi sehari-hari sebagai wiraswasta. Berdasarkan informasi yang didapat dari KTP, keduanya berasal dari Sumatera Utara dan Tangerang, Banten.

Polisi mengimbau masyarakat yang datang ke mal berhati-hati. Jika diperlukan, pengunjung lebih baik meminta pendampingan dari petugas keamanan.

"Kasus ini menarik karena bisa menjadi contoh bagi pengunjung mal. Kalau bisa, berjalan sambil melihat kanan-kiri. Kalau perlu, meminta pendampingan sekuriti," ucap Budi.

General Manager PT Metropolitan Kentjana (Pondok Indah Mall) Eka Dewanto mengungkapkan pihaknya selalu memperhatikan keselamatan pengunjung. Eka mengaku akan menambah pengawasan di mal dan meminta masyarakat lebih sadar apabila terjadi hal-hal yang mencurigakan.

"Pesan kepada masyarakat adalah kalau ada yang mencurigakan supaya aware. Kalau ada yang mencurigakan langsung teriak," ujarnya di lokasi yang sama. (knv/idh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini