Kedatangan Imam Istiqlal ke Istana dan Munculnya Isu Reshuffle

Kedatangan Imam Istiqlal ke Istana dan Munculnya Isu Reshuffle

Indah Mutiara Kami, Faiq Hidayat - detikNews
Jumat, 07 Apr 2017 16:36 WIB
Kedatangan Imam Istiqlal ke Istana dan Munculnya Isu Reshuffle
Jokowi dan JK (Bagus Prihantoro Nugroho/detikcom)
Jakarta - Desas-desus perombakan Kabinet Kerja Jokowi-JK kembali terdengar. Siapa menteri yang kursinya tidak aman?

Isu reshuffle memang sudah beberapa kali mencuat, terakhir kali sekitar 4 bulan lalu. Kini, kabarnya, setidaknya ada dua menteri yang kursinya 'goyang'.

Salah satu pemicu munculnya kabar tersebut adalah kedatangan imam besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar ke Istana Kepresidenan pada Rabu (5/4/2017). Nasaruddin mengaku memang kerap diajak bertemu oleh Jokowi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memang saya nggak tahu, beliau juga semenjak jadi gubernur, saya juga sering diajak ke kantornya. Makan siang. Nah, sekarang ini diajak lagi sambil berbicara yang ringan-ringan. Bagaimana masalah perkembangan umat dan bangsa kita ke depan. Karena saya dalam kapasitas Rektor Perguruan Tinggi Universitas Institut Perguruan Tinggi Al-Quran Jakarta atau sebagai imam besar Masjid Istiqlal Jakarta diajak berbincang-bincang tentang mengamati perkembangan terakhir ini," kata Nasaruddin.

Baca Juga: Imam Besar Istiqlal Temui Jokowi di Istana Bahas Persoalan Umat

Setelah kedatangan Nasaruddin ke Istana, kabar reshuffle pun berembus. Kedatangan Nasaruddin dikait-kaitkan dengan posisi Menag Lukman Hakim Saifuddin. Nasaruddin sebelumnya memang pernah duduk sebagai Wakil Menteri Agama. Benarkah posisi Lukman sebagai Menag goyang?

Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar / Imam besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar (Bartanius Dony A/detikcom)

Ditanya soal hal ini, PPP selaku partai Lukman menyerahkan urusan perombakan kabinet ini kepada Presiden Joko Widodo.

PPP merasa selama ini tidak ada kesalahan yang dilakukan partainya sehingga kursi menteri harus ditarik.

"Memangnya PPP ada salah?" kata Ketua DPP PPP kubu Romahurmuziy, Syaifullah Tamliha, saat dihubungi, Jumat (7/4/2017).

Tamliha mengatakan hingga saat ini belum ada pembicaraan soal reshuffle kabinet. Menurutnya, kinerja Lukman sebagai Menag hingga saat ini selalu baik.

"Kinerjanya bagus dibanding menteri lain. Tidak tahu kalau ada kepentingan politik," ucapnya.

Menag Lukman / Menag Lukman Hakim Saifuddin (Lamhot Aritonang/detikcom)

Sementara itu, Lukman enggan menanggapi isu reshuffle kabinet. Termasuk tentang apakah dia akan digantikan oleh Nasaruddin Umar.

"Itu bukan domain saya untuk menanggapi," kata Lukman di kantor Kemenag, Jumat (7/4). (imk/tor)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini