Rudal Tomahawk yang diluncurkan Amerika Serikat. Foto: GettyImages/Ford Williams |
Pangkalan udara Shayrat yang terletak dekat kota Homs itu diserang 59 rudal Tomahawk yang ditembakkan dari dua kapal perang AS, USS Porter dan USS Ross, yang siaga di Laut Mediterania bagian timur. Rudal-rudal itu ditembakkan secara terarah pada pesawat tempur, landasan udara dan pusat pengisian bahan bakar di pangkalan udara tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Reuters |
Diproduksi Ilmuwan di Jerman
Kilas balik ke pembuatan sarin, gas saraf ini diproduksi diproduksi di Jerman pada 1938 oleh ilmuwan Gerard Schrader, Otto Ambros, Gerhard Ritter dan Hans-Jurgen von der Linde.
Berdasarkan buku karangan Richard J. Evans (2008). The Third Reich at War, 1939β1945, disebutkan cerita awal pembuatan sarin tak berjalan mulus. Ilmuwan yang bertanggungjawab atas proyek tersebut mengira telah gagal saat memproduksi sarin pertama kali. Sebab senyawa yang dibuat terlalu mematikan bagi hewan dan kehidupan manusia saat diuji dalam pertanian.
Tapi justru 'kegagalan' tersebut menarik perhatian Adolf Hitler. Pemimpin Nazi yang kala itu tengah memulai Perang Dunia II ini akhirnya meminta anak buahnya mengambil alih proyek pembuatan sarin.
Setelah 'senjata' kimia itu jadi, Hitler sangat senang bahkan menamainya dengan akronim dari kimiawan yang memproduksinya. Namun rekaman sejarah menyebut, Hitler pada akhirnya tidak pernah menggunakan gas sarin tersebut.
Akibat serangan gas sarin di Suriah. Foto: Reuters |
Ada kabar yang menyebutkan, Hitler sampai tak berani menggunakan sarin sebagai senjata saat mengetahui ganasnya gas ini. Zat yang dikandung begitu korosif, tak bisa dideteksi dan membuat korbannya meninggal perlahan.
Ketakutan Hitler itu bukan tanpa sebab. Pada suatu ketika dia pernah mendapatkan masukan dari penasihat militernya, bahwa Inggris dan Amerika juga memiliki zat berbahaya. Hitler khawatir serangan sarin akan membuat serangan balasan gas-gas beracun dari kubu lawan yang tak kalah mematikan.
Ada pula yang menyebut, Hitler tidak jadi menggunakan sarin dalam Perang Dunia II karena trauma. Hitler pernah terkena serangan gas kimia pada Perang Dunia I. Hal itu menyebabkannya tidak ingin menggunakan serangan kimia dalam peperangan.
(nkn/fjp)












































Rudal Tomahawk yang diluncurkan Amerika Serikat. Foto: GettyImages/Ford Williams
Foto: Reuters
Akibat serangan gas sarin di Suriah. Foto: Reuters