"Penerjun yang kena luka saat ini sudah dirawat dan harus ada sedikit treatment," ungkap Hadi di Lanud Halim Perdanankusuma, Jakarta Timur, Jumat (7/4/2017).
Hadi menjelaskan kebanyakan dari penerjun tersebut mengalami luka di bagian kaki. Dia menjelaskan perubahan kecepatan angin yang semula di bawah 15 knot secara tiba-tiba menjadi 25 knot itu menjadi penyebabnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hadi menyebut total semua penerjun payung berjumlah 110 personel. Penerjun-penerjun tersebut untuk memperagakan skenario perebutan lapangan udara dari musuh.
"Kurang lebih sebanyak 110 penerjun kita terjun kan dengan 2 pesawat Hercules. Kalau dilihat dari skenarionya itu digunakan untuk merebut pangkalan udara depan," tambahnya.
Sebelumnya diketahui Penerjun payung dari Paskhas Halim mendarat darurat di permukiman penduduk. Salah satunya mendarat di Duren Sawit, Jakarta Timur. Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama Jemi Trisonjaya mengatakan Pendaratan darurat ini karena angin kencang.
"Pengaruh angin yang awalnya normal yang bisa untuk terjun tiba-tiba berubah. Karena anginnya besar, ada penerjun yang ke sana," kata Jemi saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (6/4/2017). (ibh/aan)











































