"Tim sudah menjawab soal itu, nanti tim secara resmi berikan jawaban. Tapi kami ingin Pilkada ini harus jujur," ujar Anies di Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (7/4/2017).
Selain DPT yang bertambah sebanyak 109 ribu, TPS juga bertambah sebanyak 11 TPS. Untuk itu Anies meminta semua pihak untuk menjauhi praktik manipulatif pada Pilgub DKI putaran 2.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penggunaan surat keterangan (Suket) pada Pilgub putaran kedua juga masih diperbolehkan oleh Bawaslu. Sebelumnya pihak Cagub-Cawagub Anies-Sandi adalah yang mempertanyakan jumlah 187.000 suket pada Pilgub putaran 1.
"Kami ingin fair, kami tak ingin ada pihak-pihak yang tidak berhak dan ikut dalam Pilkada. Karena prosesnya pun banyak pertanyaan. Di putaran pertama pun kami sudah pertanyakan soal itu, 187.000 suket, kemana itu? Selisih suara kemarin 167.000, suketnya 187.000," ungkapnya.
"Dan di 452 tps kemarin ada 216.000 lebih suara karena kemenangan 96 persen. Saya juga tak tahu apa yang terjadi di tempat itu. Tapi bagi mereka yang mempelajari ilmu elektoral ini sangat unik," sambung Anies. (nvl/imk)











































