Disindir Hakim Sarmin, Hakim Agung Syamsul: Bagus Banget dan Kocak

Disindir Hakim Sarmin, Hakim Agung Syamsul: Bagus Banget dan Kocak

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 07 Apr 2017 10:09 WIB
Disindir Hakim Sarmin, Hakim Agung Syamsul: Bagus Banget dan Kocak
Teater Gandrik dalam lakon 'Hakim Sarmin' (foto-foto: Andi Saputa/detikcom)
Jakarta - Meski sudah bisa ditebak akan dikuliti habis-habisan oleh Butet dkk, hakim agung Syamsul Maarif tidak takut datang untuk menonton pentas Teater Gandrik. Lakon 'Hakim Sarmin' dianggap Syamsul sebagai bahan introspeksi diri.

"Saya jarang nonton pertunjukan teater. Tetapi kali ini, jauh hari, saya sudah pingin nonton," kata Syamsul saat berbincang dengan detikcom seusai pertunjukan di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Kamis (6/4/2017) tengah malam.

Pentas dimulai pukul 20.00 WIB dan berakhir menjelang pukul 23.00 WIB. Selain hakim agung Syamsul Maarif, ikut pula menonton Menlu Retno Marsudi, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Wakil Ketua Komisi Yudisial Sukma Violetta, komisioner KY Farid Wajdi, hingga artis Titiek Puspa.
Disindir Hakim Sarmin, Hakim Agung Syamsul: Bagus Banget dan Kocak

"Selama pertunjukan, saya menikmatinya," ujar hakim agung spesialis perkara perdata khusus itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pentas hampir tiga jam itu, hakim Sarmin, yang diperankan Butet Kartaredjasa, melakukan revolusi pengadilan. Para hakim di dunia bersatu dan memimpin revolusi peradaban. Tapi apa lacur, para hakim itu malah masuk dalam alam pikirannya sendiri dan menilai masyarakat gila karena masyarakat tidak memahami putusan-putusan hakim. Tidak hanya itu, di internal hakim juga terjadi perpecahan, antara hakim yang waras dan hakim yang gila betulan.
Disindir Hakim Sarmin, Hakim Agung Syamsul: Bagus Banget dan Kocak

"Ini pertunjukan yang bagus sekali karena mampu menyajikan persoalan penting yang dihadapi oleh hakim melalui dialog-dialog segar, kocak tetapi tidak menghilangkan intinya, yaitu pentingnya menegakkan keadilan," ucap Syamsul.

Pertunjukan teater tersebut disutradarai oleh seniman kenamaan Djaduk Ferianto. Naskah ditulis oleh Agus Noor. 'Hakim Sarmin' melibatkan 13 pemeran dengan setting Rumah Sakit Jiwa Khusus Hakim 'Sumber Waras'.

"Banyak sindiran muncul, tetapi dikemas dengan baik dan segar. Bagus banget," cerita Syamsul.

Meski dikemas dalam satire khas ala Butet dkk, pesan tetap tersampaikan. Materi hukum yang berat dikemas dalam guyonan kocak terkini sehingga 800-an penonton ikut tertawa.
Hakim agung Syamsul Maarif (paling kanan) berbincang santai dengan pimpinan KY usai menonton Hakim Sarmin (andi/detikcom)Hakim agung Syamsul Maarif (paling kanan) berbincang santai dengan pimpinan KY setelah menonton Hakim Sarmin. (Andi Saputra/detikcom)

"Saya sempat merinding ketika menyaksikan adegan semua memakai baju serbahitam dengan iringan musik yang sedikit mistik. 'Ketika itu, saya membayangkan suasana ketika Tuhan minta pertanggungjawaban kepada hakim terhadap semua perkara yang diputus.' Itu menyentuh sekali," tutur Syamsul.

Meski seluruh cerita mengkritik dunia peradilan, Syamsul tak alergi. Malah ia menyarankan koleganya ikut menonton. Sayang, 'Hakim Sarmin' hanya tampil dua malam, yaitu 5 dan 6 April. Teater Gandrik belum punya rencana untuk mementaskannya kembali.

"Sebaiknya para hakim nonton pertunjukan ini. Segar tapi isinya serius: jangan main-main dengan keadilan, tegakkan keadilan karena kemajuan bangsa bergantung pada tegaknya keadilan. Tontonan bagus seperti ini perlu didukung dan diperbanyak," pungkas Syamsul. (asp/dkp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads