Pada Minggu (2/4/2017), detikcom berada di lokasi perbatasan kedua negara, antara PLBN Terpadu Motaain, Silawan, Tasifeto Timur, Belu, dan Pos Perbatasan Terpadu (Posto Fronteirico Integrado) Batugade, Bobonaro, Republik Demokratik Timor Leste.
Keduanya dipisahkan oleh jembatan yang di bawahnya dialiri sungai menuju laut. Orang-orang biasa melintasi jembatan ini untuk menuju masing-masing pos perbatasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PLBN Motaain/Foto: Grandyos Zafna |
PLBN Motaain ini punya luas lahan 8,03 hektare. Terlihat pengerjaan tahap II di lokasi ini masih terus dilakukan. Beberapa bangunan nampak belum selesai, di antaranya tempat cuci mobil, pasar, hingga taman berair mancur.
PLBN Motaain Foto: Grandyos Zafna |
PLBN Motaain Foto: Grandyos Zafna |
Gedung utama terdiri dari dua bagian, yakni untuk kedatangan dan keberangkatan. Dalam gedung itu terdapat layanan keimigrasian dan bea cukai.
PLBN Mootain Foto: Grandyos Zafna |
Sampai di ujung, ada calon pasar, masih berupa konstruksi besi yang belum dipasangi atap Luasnya hampir satu kali lapangan sepakbola.
Orang-orang nampak menyiagakan kamera ponselnya, beberapa di antaranya menggunakan monopod khusus yang disebut tongsis (tongkat narsis). Mereka berfoto di PLBN Motaain ini.
Lantai Motaain terlihat berlumpur kering. Ini adalah sisa banjir pada 2 Maret lalu. Banjir bahkan menjebol tembok di sisi sungai yang berada dekat dengan PLBN ini.
Mari melangkah ke Timor Leste. Jalan menuju ke Pos Perbatasan Terpadu Timor Leste masih dipenuhi lumpur kering sisa banjir, kebetulan datangnya dari Indonesia. Bila melihat ke arah selatan, PLBN Motaain bakal terlihat, namun bila memalingkan pandangan ke utara, pemandangan laut yang bakal tersaji.
Sebelum masuk ke Pos Timor Leste dari arah Indonesia, pengunjung akan melewati jembatan dengan konstruksi besi bertuliskan 'Bem Vindoa-Welcome To: Timor Leste'. Itu adalah gabungan Bahasa Portugis dan Bahasa Inggris yang artinya 'Selamat Datang di Timor Leste'. Seorang lelaki nampak sedang mengecat putih besi di jembatan itu.
Foto: Pos Perbatasan Terpadu Timor Leste |
Masuk ke dalam, ada tugu setinggi kurang lebih enam meter, dengan lambang negara Timor Leste di atasnya. Di dekatnya, ada batu prasasti yang memuat keterangan soal tempat ini. Tertulis nama Kay Rala Xanana Gusmao dan angka tahun 2012. Saat itu, Xanana menjabat Perdana Menteri.
Foto: Duty Free Timor Leste di Pos Perbatasan Terpadu |
Di dalam Pos Perbatasan Timor Leste ini, terlihat ada bangunan sistem pemindai muatan truk bermerek HCVG, warnanya abu-abu dan kuning.
Foto: Alat pemindai muatan truk di Pos Perbatasan Terpadu Timor Leste |
Gedung utama Pos ini tak terlalu besar, namun punya atap yang memanjang sampai ke tengah, dengan ujung atap yang dibuat melenting untuk kebetuhan estetika. Di bawah atap, ada meja kayu sepanjang tiga meter. Sejumlah orang mengantre mengisi formulir di atas meja kayu itu.
Foto: para pelintas batas mengisi formulir di atas meja kayu pos Timor Leste |
Sekilas lewat pandangan mata, luas PLBN Motaain sekitar dua kali lebih besar ketimbang kawasan utama Pos Perbatasan Terpadu Timor Leste.
Sementara ini, PLBN belum mempunyai sistem pemindai untuk kargo truk, sedangkan di Pos Perbatasan Terpadu Timor Leste, sistem itu sudah ada.
Foto: Pedestrian di PLBN Motaain/Danu Damarjati |
Ikuti serial tulisan mengenai perbatasan Indonesia di Tapal Batas. (dnu/fjp)












































PLBN Motaain/Foto: Grandyos Zafna
PLBN Motaain Foto: Grandyos Zafna
PLBN Motaain Foto: Grandyos Zafna
PLBN Mootain Foto: Grandyos Zafna
Foto: Pos Perbatasan Terpadu Timor Leste
Foto: Duty Free Timor Leste di Pos Perbatasan Terpadu
Foto: Alat pemindai muatan truk di Pos Perbatasan Terpadu Timor Leste
Foto: para pelintas batas mengisi formulir di atas meja kayu pos Timor Leste
Foto: Pedestrian di PLBN Motaain/Danu Damarjati