Mahasiswa Yogya Demo Desak KAA Tidak Jadi Ajang Nostalgia
Kamis, 21 Apr 2005 15:15 WIB
Yogyakarta -
Puluhan mahasiswa Yoyakarta yang tergabung dalam Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) menggelar aksi mendukung Konferensi Asia Afrika (KAA), Kamis (21/4/2005). Namun mereka meminta agar KAA tidak jadi ajang reuni atau nostalgia belaka.Mereka menuntut KAA mampu mengganyang neo kolonialisme dengan cara menghapuskan utang lama dan menolak utang baru bagi negara-negara dunia ketiga.Aksi tersebut dimulai pukul 10.00 WIB dari Tugu Yogyakarta di Jl Mangkubumi. Sebelum melakukan longmarch, beberapa wakil mahasiswa menggelar orasi dan membagi-bagikan selebaran kepada pengendara yang melintas di tempat itu.Selembar spanduk warna merah sepanjang 3 meter dibentangkan di depan barisan dengan tulisan "Galang Solidaritas Dunia ketiga, Lawan Nekolim." Beberapa poster yang dibawa antara lain bertuliskan "Ganyang Nekolim Asia-Africa notfor sale", "Bubarkan IMF, WTO dan World Bank."Mereka juga meneriakkan yel-yel "Amerika kita setrika, Inggris kita linggis, Jepang kita tendang." Selain itu, mereka juga melakukan aksi happening art yang menggambarkan ketertindasan negara-negara dunia ketiga oleh negara-negara Barat seperti Amerika dan Inggris.Setelah menggelar orasi selama 30 menit, massa kemudian melanjutkan aksi dengan longmarch menuju gedung DPRD DIY di Jl Malioboro Yogyakarta. Di tempat itu mereka kembali meneriakkan tuntutannya.
(nrl/)










































