PKB Terancam Pecah, Gus Dur Upayakan Rekonsiliasi
Kamis, 21 Apr 2005 14:44 WIB
Jakarta - Sejarah terus berulang. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang pernah mengalami perpecahan saat terjadi dualisme kepemimpinan, yakni antara kubu Mathori Abdul Djalil dan Alwi Shihab, tampaknya peristiwa serupa akan terulang.Kongres ke 2 PKB di Semarang yang mengangkat Gus Dur sebagai Ketua Dewan Syuro dan Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Tanfidz PKB dianggap cacat hukum tidak sah. Kubu Alwi Shihab- Syaifullah Yusuf yang sudah dinonaktifkan dari posisi Ketum dan Sekjen merasa berhak kembali memimpin PKB, setelah mendapat tausiah kiai sepuh yang mendukungnya. Kubu Alwi Shihab dan Syaifullah Yusuf pun telah merencanakan menggelar muktamar PKB. Muktamar ini menurut rencana sedang dibahas dengan beberapa DPW PKB dan akan di gelar di Pondok Pensatren PLoso, Kediri. Kubu Alwi-Ipul, selain didukung oleh 11 kiai sepuh, juga didukung DPW Jawa Timur yang selama ini menjadi basis PKB dan DPW PKB Jateng. Sementara Gus Dur dan Muhaimin sebagai pihak yang terpilih menjadi pengurus ternyata juga mendapat rintangan yang keras dari orang-orang kepercayaan Gus Dur. Ali Masykur Musa, AS Hikam, Mahfud MD, dam Khofifah Indarparawansa menolak duduk dalam kepengurusan Nuhaimin.Kabar yang beredar di kalangan pengurus PKB, mereka kecewa dengan Muhaimin dan orang-orangnya yang dinilai terlalu bernafsu menjadi Ketua Dewan Tanfidz PKB, dengan melakukan berbagai cara. Ali Masykur Musa yang sempat mencalonkan diri, dihadang sejak awal dengan persyaratan calon. "Ali Masykur minta persyaratan unutuk menjadi calon diturunkan, tetapi tidak digubris. Jadi ia memilih mundur, kata mantan pengurus DPP PKB kepada detikcom.Sementara Khofifah menolak masuk kepengurusan kabarnya difitnah oleh orang-orang tim sukses Muhaimin. Saat para kiai sepuh melakukan pembaiatan di Mranggen, Demak, ada yang melaporkan ke Gus Dur bahwa Khofifah dan Hikam termasuk yang hadir di Mranggen, dan mendukung Ma'ruf Amien sebagai calon Ketua Dewan Syuro PKB. "Padahak Khofifah tidak ada di sana," ujar sumber tersebut.Bagaimana dengan Mahfud MD? Kabarnya mantan Menhan ini sejak awal posisinya juga mirip Khofifah. Mahfud dikabarkan dekat dengan Alwi dan Ipul. Sementara Mahfud MD sendiri mengatakan tidak mungkin dirinya dekat dengan Alwi, karena sejak 2 minggu terakhir sebelum muktamar tak bisa untuk kontak dengan Alwi. "Saya kan termasuk yang memberi pendapat hukum bahwa pemberhentian Pak Alwi sah sebagaimana waktu PKB berhentikan Mathori," kata Mahfud dalam sebuah SMS.Tentu saja, kekecewaan demi kekecewaan yang berbuntut menolak bergabung dengan kepengurusan Muhaimin membuat Gus Dur dan Muhaimin pusing tujuh keliling. Belum lagi menghadapi Alwi dan Ipul yang terus bergerilya menggalang kekuatan.Salah seorang putri Gus Dur, Zanuba Arifah atau sering dipanggil Yenny mengatakan bahwa saat ini Gus Dur tengah berusaha melakukan rekonsiliasi dengan pihak-pihak yang bertikai. "Saat ini Gus Dur bertemu dengan kiai-kiai, terutama kiai-kiai yang berpengaruh," kata Yeni kepada detikcom.Menurut Yeni, dirinya sangat prihatin dengan perkembangan PKB pasca muktamar ke 2 di Semarang kemarin. "Banyak terjadi distorsi informasi antar sesama muktamirin, sehingga menjadi seperti yang terjadi sekarang ini. Ini perlu diluruskan untuk kembali membangun PKB bersama-sama," katanya.
(jon/)











































