AVP Corporate Communication PT Jasa Marga Dwimawan Heru menyampaikan integrasi transaksi Jalan Tol Jakarta-Tangerang-Merak tersebut dilakukan untuk meningkatkan pelayanan terhadap pengguna jalan tol.
"Dengan pemberlakuan sistem integrasi transaksi Jalan Tol Jakarta-Tangerang-Merak tersebut, maka akan memberi manfaat bagi pengguna jalan tol, baik yang menuju ke arah Jakarta maupun Merak," ujar Dwimawan dalam keterangan pers kepada wartawan, Kamis (6/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan ditiadakannya transaksi di GT Karang Tengah, hal itu dapat mengurangi waktu tempuh pengguna jalan tol serta efisiensi transaksi (Jakarta-Merak Segmen Simpang Susun Tomang-Tangerang Barat-Cikupa) dari 3 kali transaksi di gerbang tol menjadi 2 kali.
"Integrasi dua jalan tol ini bagi Jasa Marga membawa konsekuensi. Jasa Marga harus membangun gerbang tol baru di on/off ramp," ucapnya.
Total ada 51 gardu di 12 gerbang tol yang akan dilakukan on/off ramp, yakni GT Karang Tengah Barat 1 (2 gardu tol), GT Karang Tengah Barat 2 (3 gardu tol), GT Kunciran 1 (6 gardu tol), GT Kunciran 2 (6 gardu tol), GT Tangerang 1 (7 gardu tol), GT Tangerang 2 (8 gardu tol), GT Karawaci 1 (2 gardu tol), GT Karawaci 2 (2 gardu tol), GT Karawaci 3 (3 gardu tol), GT Bitung 1 (5 gardu tol), dan GT Bitung 2 (5 gardu tol).
Pelaksanaan integrasi akan dilakukan dalam dua tahap. Saat ini Jasa Marga tengah mengejar target pembangunan 23 gardu tol yang akan dioperasikan pada tahap I.
Tahap pertama adalah pengoperasian 23 gerbang tol, di antaranya 2 gardu off ramp dan on ramp di GT Karang Tengah, 2 gardu off ramp dan on ramp GT Kunciran, 3 gardu off ramp dan 4 gardu on ramp di GT Tangerang, 4 gardu off ramp dan 2 gardu on ramp di GT Karawaci, serta 3 gardu off ramp dan 2 gardu on ramp GT Bitung. Transaksi dilakukan pada gerbang on/off ramp.
"Pembongkaran GT Karang Tengah mulai dikerjakan," tuturnya.
Sedangkan pada tahap II, total 51 gardu dapat beroperasi 100 persen dan pembongkaran Gerbang Tol Karang Tengah serta pekerjaan overlay di sekitar selesai.
Selain membangun gardu tol, Jasa Marga memastikan pelayanan di bidang lalin berjalan optimal, seperti closed-circuit television (CCTV) di lajur sejumlah 48 unit yang (sebagian besar) sudah terpasang setiap 500 meter. CCTV di gerbang tol-untuk melihat antrean lalin gerbang, yang sebelum integrasi berjumlah 24 unit menjadi 30 unit. Jasa Marga juga akan menambah variable message sign (VMS) di 6 titik.
"Diharapkan integrasi Jalan Tol Jakarta-Tangerang-Merak dapat mengurai kepadatan Jalan Tol Jakarta-Tangerang karena simpul kepadatan di GT Karang Tengah telah dihilangkan, sehingga lalu lintas terdistribusi di beberapa titik," ujarnya. (mei/aan)











































