SBY Gagal Masuk Daftar 100 Orang Berpengaruh Versi Time

SBY Gagal Masuk Daftar 100 Orang Berpengaruh Versi Time

- detikNews
Kamis, 21 Apr 2005 14:39 WIB
Jakarta - Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono gagal menjadi salah satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia versi majalah Time. Padahal semula, SBY dinominasikan sebagai salah satu tokoh Asia yang akan masuk dalam daftar tersebut. Kriteria apa yang membuat SBY menjadi kandidat 100 orang berpengaruh versi majalah terkemuka AS itu? Menurut media AS lainnya, Bloomberg, SBY tampaknya merupakan pemimpin yang dibutuhkan Indonesia. Mantan jenderal itu berjanji akan memberantas korupsi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat saat kampanye. Ia juga merupakan presiden pertama Indonesia yang dipilih langsung dan demokratis. Selain SBY, Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi juga disebut-sebut sebagai kandidat. Dituliskan Bloomberg, seperti pendahulunya Mahathir Mohamad, Badawi merupakan orang yang lantang bersuara mengupayakan sistem keuangan dan ekonomi global yang lebih berimbang dan adil.Namun keduanya ternyata tidak dianggap cukup berpengaruh oleh Time. Buktinya dalam edisi terbarunya, Time tidak memasukkan kedua pemimpin itu dalam daftar 100 orang paling berpengaruh versinya. Untuk kategori Pemimpin dan Revolusioner (Leaders and Revolutionaries), Time mencatat 22 tokoh, pria dan perempuan, yang dianggap memiliki pengaruh dan kekuasaan untuk mengubah dunia. Mereka terdiri dari pejuang dan pelopor perdamaian, diktator serta orang-orang demokrat, para teroris dan orang-orang suci.Tokoh-tokoh yang masuk dalam kategori ini, diantaranya: Presiden AS George W Bush, Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice, mantan Presiden AS Bill Clinton, Menteri Pertahanan AS Donald Rumsfeld, Presiden Korea Utara Kim Jong Il, Presiden Cina Hu Jintao, Joseph Ratzinger (Paus Benediktus XVI), Presiden Taiwan Chen Shui-bian, juga Abu Mousab al-Zarqawi, teroris yang terus diburu AS.Selain kategori itu, masih ada empat kategori lainnya yang memuat puluhan nama individu paling berpengaruh di dunia. (ita/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads