57.442 Warga DKI yang Belum Terdaftar Diupayakan Lewat DPT B

57.442 Warga DKI yang Belum Terdaftar Diupayakan Lewat DPT B

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Kamis, 06 Apr 2017 15:44 WIB
57.442 Warga DKI yang Belum Terdaftar Diupayakan Lewat DPT B
Foto: Nur Indah Fatmawati/detikcom
Jakarta - Pemprov DKI Jakarta menemukan 57.442 warga yang belum terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Permasalahan itu akan dibahas dalam rapat pleno KPU DKI malam ini.

KPUD telah menetapkan tenggat penentuan jumlah DPT hari ini untuk tingkat provinsi. Namun, dalam rapat pleno KPU, akan dibahas tiga usulan untuk menentukan jumlah DPT akan ditambah atau tidak.

Usulan pertama adalah menutup jumlah DPT hari ini. Yang kedua, menggunakan status quo dengan menambah jumlah DPT menggunakan surat keterangan (suket) hingga H-1, seperti pada Pilgub DKI Jakarta putaran pertama. Namun pilihan ini justru kurang efektif dalam pendistribusian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemudian ada pandangan agak netral H-5. H-5 ini bisa stop suket supaya ada ruang bagi KPUD untuk menyebar data ini ke beberapa TPS," ucap pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Sumarsono saat ditemui di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta setelah berkonsolidasi dengan KPUD dan Bawaslu, Kamis (6/4/2017).

Namun Sumarsono masih akan mengajukan wacana keempat, yaitu H-3 Pilgub. Ia menilai penentuan tenggat ini sudah ideal dan cukup memberi ruang distribusi bagi KPUD.

"Karena itu, idealnya saya mewacanakan H-3. Nanti akan dirembuk dalam rapat pleno terakhir di (Hotel) Bidakara, yang disepakati pukul 19.00 WIB," ucapnya.

Dari KPUD sendiri, DPT tambahan ini rencananya akan disebut DPT B. Untuk suket DPT B dikeluarkan pada 7-14 April. Jam pemilihannya pun dibatasi pada 19 April nanti, pukul 12.00-13.00 WIB.

"Masih terjadi silang pendapat dan belum diputuskan. Nanti malam dipastikan tanggal-tanggal yang disepakati," tutur Komisioner KPUD DKI Jakarta Moch Sidik di sela acara.

Sementara itu, angka tertinggi calon pemilih belum terdaftar umumnya adalah penghuni apartemen. Harapan Pemprov DKI Jakarta, meskipun 57.442 warga mungkin tidak tercakup seluruhnya, masih dapat dikejar hingga 60%. (idh/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads