Penggusuran Lorong Basah 16 Ilir Palembang Tanpa Perlawanan

Penggusuran Lorong Basah 16 Ilir Palembang Tanpa Perlawanan

- detikNews
Kamis, 21 Apr 2005 13:53 WIB
Palembang - Penggusuran ratusan kios dan lapak di Lorong Basah, 16 Ilir Palembang, berjalan lancar. Nyaris tanpa perlawanan dari para pedagang. Penggusuran yang mengerahkan ratusan pamong praja, polisi, dan militer, dan dua eskavator juga dihadiri sejumlah preman.Aksi penggusuran itu dilakukan sejak pukul 08.00 WIB, Kamis (21/4/2005). Sampai pukul 13.30 WIB, pembongkaran terus berlangsung. Semua aksi pembongkaran tersebut sama sekali tidak ada perlawanan dari para pedagang. "Ya, mau apa lagi. Kami orang kecil. Kalau pun melawan, kami akan berhadapan dengan preman," kata Agus, seorang pedagang pakaian dan kaset dan VCD kepada detikcom.Kekhawatiran Agus soal ancaman preman itu cukup wajar. Informasi yang beredar, sejak Rabu (20/4/2005) malam, puluhan preman terjun ke lokasi. Mereka memantau gerak-gerik para pedagang. Bahkan, sebagian mengancam akan berhadapan dengan para pedagang apabila menolak digusur. Para preman itu masih tampak juga di lokasi saat penggusuran dilakukan. Meskipun tidak melawan, sejumlah pedagang mengeluhkan nasib mereka. Sebagian dari mereka mengaku tidak tahu ke mana lagi akan berdagang. "Apa mungkin berjualan pakaian di Pasar Induk Jakabaring. Pedagang sayur saja malas ke sana apalagi orang yang mau membeli pakaian," kata Komariah, pedagang pakaian.Penggusuran ini berkaitan dengan rencana Pemerintah Palembang untuk mengembangkan kawasan wisata di eks Pasar 16 Ilir. Beberapa waktu lalu para pedagang di bawah Jembatan Amanat Penderitaan Rakyat (Ampera) digusur, dan jauh sebelumnya para pedagang sayur juga dipaksa pindah ke Pasar Induk Jakabaring. (asy/)


Berita Terkait