Mengunjungi PLBN Motaain yang Terus Bersolek demi Wibawa RI

Tapal Batas

Mengunjungi PLBN Motaain yang Terus Bersolek demi Wibawa RI

Danu Damarjati - detikNews
Kamis, 06 Apr 2017 07:50 WIB
Mengunjungi PLBN Motaain yang Terus Bersolek demi Wibawa RI
PLBN Motaain dari arah Timor Leste (Danu Damarjati/detikcom)
Atambua - Lembayung senja mewarnai langit Kabupaten Belu, kawasan perbatasan Indonesia dengan Timor Leste. Melepas pandang sekitar 600 meter dari anak Sungai Malibaka ke arah Indonesia, terlihat bangunan menjulang. Itu adalah Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Motaain, Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

PLBN Motaain, Pos Perbatasan yang Terus Bersolek Demi Wibawa RILembayung senja di PLBN Motaain (Danu Damarjati/detikcom)
Setelah diresmikan Jokowi pada 28 Desember 2016, pembangunan di PLBN ini masih terus dilanjutkan. Di sana-sini, konstruksi bangunan disempurnakan. Ini terlihat saat detikcom mengunjunginya pada Jumat (31/3/2017).

Saat ini PLBN sedang memasuki pembangunan tahap II, direncanakan rampung pada 2018. Bila sudah jadi, fasilitas ini diharapkan membuat Belu semakin cantik dan menarik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Dari arah Timor Leste, jembatan yang menjadi batas dua negara terlihat paling awal. Di bagian ujung, pagar jembatan dicat merah, kuning, dan hitam. Triwarna itu adalah corak khas bendera Republik Demokratik Timor Leste. Di ujung yang lebih dekat dengan PLBN, pagar jembatan dicat merah dan putih, dwiwarna bendera RI.

PLBN Motaain, Pos Perbatasan yang Terus Bersolek Demi Wibawa RISisi bagian dalam PLBN Motaain (Damarjati/detikcom)
Setelah portal perbatasan, gerbang dengan huruf kapital 'Indonesia' diapit atap khas rumah NTT Mbaru Niang sangat mencolok mata yang lewat. Di pos gerbang ini petugas Imigrasi akan menanyai setiap orang yang melintas.

Melangkah ke dalam, ada pemandangan berbeda dengan yang beredar di foto-foto berita saat Jokowi meresmikan tempat ini. Bila pada foto akhir tahun lalu itu ada tulisan 'Motaain Indonesia' berwarna merah-putih, kini tulisan itu sudah tidak ada lagi. Yang ada hanya tanah terkeruk. Ternyata tulisan tegak itu dirobohkan dulu untuk mendukung pembangunan taman berair mancur.

PLBN Motaain, Pos Perbatasan yang Terus Bersolek Demi Wibawa RILokasi calon air mancur, sebelumnya ada tulisan 'Motaain Indonesia'. (Danu Damarjati/detikcom)
Sekitar 50 meter ke depan, ada tugu Garuda Pancasila. Di kanan dan kirinya, ada jalur pedestrian yang belum selesai dibangun. Arah jalur pedestrian itu menuju gedung utama dua lantai yang menjadi pusat pelayanan para pelintas batas. Gedung utama itu menjadi tempat pelayanan Custom Immigration and Quarantine (CIQ).

PLBN Motaain, Pos Perbatasan yang Terus Bersolek Demi Wibawa RIJalur pedestrian di PLBN Motaain (Danu Damarjati/detikcom)
Karena hari sudah gelap, Tim Tapal Batas detikcom memutuskan kembali ke PLBN Motaain pada Minggu (2/4). Itu adalah waktu saat PLBN tak terlalu sibuk. Masyarakat sekitar memilih pergi ke gereja lebih dulu. Namun tetap saja ada lalu-lalang orang di kompleks ini.

Di bagian depan gedung utama, truk-truk dengan aneka muatan berhenti sejenak. Mereka diperiksa oleh petugas Bea dan Cukai.

PLBN Motaain, Pos Perbatasan yang Terus Bersolek Demi Wibawa RICalon bangunan car wash di PLBN Motaain. (Danu Damarjati/detikcom)
Di dalam kompleks ini, tampak bangunan yang sama sekali belum jadi. Konstruksi itu setinggi kurang-lebih 10 meter. Tempat itu bakal menjadi pembersih kendaraan agar virus-virus tak masuk ke Indonesia.

"Itu akan menjadi tempat pencucian truk-truk dari Timor Leste dan hanya ada di kargo kedatangan," kata Koordinator PLBN Motaain, Jemi Boy Kotta.

Bila menengok ke sisi selatan, tampak rangka-rangka bangunan yang belum digenapi dengan atap. Luasnya hampir setara dengan lapangan sepakbola. Ternyata bangunan ini adalah calon pasar yang diharapkan bisa menarik masyarakat Timor Leste untuk ikut berbelanja nantinya.

PLBN Motaain, Pos Perbatasan yang Terus Bersolek Demi Wibawa RIBangunan calon pasar di PLBN Motaain (Danu Damarjati/detikcom)
Nyempil di sisi kanan terdepan, ada warung yang menjual makanan. Ada pula toko suvenir yang tidak buka. Di pojokan terletak markas Pos Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan PLBN Motaain.

Saat menyusuri kawasan seluas 8,03 hektare ini, endapan tanah ada di mana-mana. Ternyata ini adalah endapan dari banjir yang menerjang pada 26 Maret lalu.

Akibat banjir itu, tembok pembatas PLBN dengan sungai jebol. Komandan Pos PLBN Motaain Letnan Satu Inf Miftakhul Khoiron menjelaskan banjir telah menjebol tembok itu. Banjir terjadi setelah hujan deras, sungai penuh, serta sistem drainase kawasan sekitar yang mengarah ke PLBN.

PLBN Motaain, Pos Perbatasan yang Terus Bersolek Demi Wibawa RIBagian pagar PLBN Motaain yang rusak akibat banjir. (Danu Damarjati/detikcom)
Yang retak-retak akan diperbaiki, yang berlumpur akan dibersihkan, dan yang kurang elok akan dipercantik. Pada dasarnya, tempat ini terus berbenah. Pembangunan tahap II PLBN Motaain menelan dana Rp 228,90 miliar, setelah pembangunan sejak 2015 menelan Rp 82 miliar. Akan ada pasar, mes pegawai, wisma Indonesia, pemindai sinar-X, hingga lapangan olahraga di sini. Itu demi 'mempercantik' Indonesia di hadapan tetangga.

"Sebagai garda depan dari republik ini, kami dipercantik. Kami sekarang ini gadis-gadis yang sudah dipoles dengan lipstik, makeup," kata Wakil Bupati Belu, JT Ose Luan, saat berbincang di kantornya, Rabu (29/3/2017).

Ikuti artikel-artikel Tapal Batas selengkapnya di tapalbatas.detik.com!

(dnu/fjp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads