DetikNews
Rabu 05 April 2017, 22:10 WIB

Website Imigrasi Bandung Sempat Diretas

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Website Imigrasi Bandung Sempat Diretas Foto: Screenshoot website imigrasi yang diretas
Bandung - Website resmi kantor Imigrasi kelas 1 Bandung sempat diretas. Peretas meninggalkan pesan di website milik pemerintah tersebut dan identitasnya yang bertuliskan 'Hacked By Achon666ju5t'.

Rabu (5/4/2017), detikcom sempat mengecek website tersebut sekitar pukul 20.00 WIB masih belum normal. Situs terlihat pulih pada pukul 21.30 WIB. Dalam website tersebut, peretas meninggalkan sebuah foto berupa dua orang tengah melakukan aksi teatrikal berbaring di atas trotoar. Di bawahnya tertulis 'Hacked By Achon666ju5t'.

Peretas meninggalkan pesan cukup panjang dengan tulisan berwarna hijau yang isinya sebagai berikut:

'Kemarin mau wisata ke daerah Dago. Saya dari dicileunyi.. Sepanjang jalan Soekarno hatta banyak sekali satpol pp yang razia pedagang padahal mereka berdagang dari jam 9, toj bukan jam macet, mereka juga berjualan hanya di trotoar.. karena sudah jarang sekali di daerah soekarno hatta pejalan kaki. Haduh kasian dong kang.. Uwa.. Amang.. Mereka cuman nyari lapak buat yang dirumah.. bayangin Kalo akang/uwa sekalian pulang kerumah ga bawa apa apa. Cuma bawa beban+tangis karena digusur .. Tolong beri keringanan/bagaimanapun caranya, agar mereka dapat membayar tagihan listriknya.. ampu membayar uang sekolah anaknya.. Mapu memberikan tas, sepatu yang layak untuk anaknya pergi sekolah. Salam Dari Extreme Crew Untuk Kang Emil Beserta jajaran pemerintahannya. Teu Aya kontak, sekedar menyampaikan pesan Kang. Hatur Nuhun!' begitu petikan pesan Peretas itu.

Saat dikonfirmasi detikcom melalui sambungan telepon, pihak Kantor Imigrasi Bandung membenarkan website resmi miliknya diretas.

"Iya itu memang website resmi milik kita," ujar Kasubag Tata Usaha Kantor Imigrasi Bandung, Agus Rianto via telepon.

Menyusul websitenya diretas, kata Agus, pihaknya pun langsung melakukan perbaikan. Setelah dilakukan restart server, websitenya kembali pulih.

"Sekarang sudah benar kembali. Silahkan dicek," katanya.

Memang benar, saat detikcom kembali membuka website tersebut, sudah tidak lagi diretas. Hanya saja, tampilan website belum pulih sepenuhnya.

Menurut Agus, website tersebut penting. Masyarakat bisa mendapatkan informasi keimigrasian maupun persyaratan mengajukan paspor dari website tersebut.

"Ada paspor online juga. Tetapi sejak Januari dari pusat diberhentikan untuk sementara waktu. Jadi hanya informasi-informasi mengenai keimigrasian saja," ujar Agus.
(bbn/rvk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed