Ahok ingin menyediakan ambulans yang memiliki peralatan layaknya ICU untuk warga yang terkena serangan jantung. Hal tersebut dilakukan Ahok mengingat macetnya Jakarta, sementara orang yang terkena serangan jantung harus cepat mendapat penanganan medis.
"Ada orang potensi serangan jantung, jadi kita punya pemetaan. Kan kalau jantung nggak boleh lebih dari 12 jam. Nah, Jakarta kan macet kita jadi tahu kira-kira wilayah mana, kalau sampai terlalu banyak dan jauh kita akan beli ambulans. Kita lagi pesan, kemarin lelang lama," ujar Ahok seusai blusukan di Gandaria Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (5/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok menambahkan, berdasarkan temuannya di beberapa wilayah yang dia datangi, ada RT/RW setempat yang tidak memiliki data warga yang sakit. Hal tersebut, kata Ahok, terjadi karena dasawisma yang tidak berjalan dengan baik. Padahal dasawisma sekarang sudah dibantu aplikasi online untuk melaporkan itu.
"Terus ada wilayah yang saya datang, sakit nggak ada data, berarti dasawisma belum jalan. Harusnya kan masuk dasawisma kan sudah sampai, sekarang pakai aplikasi online. Sekarang baru kita link-kan dengan puskesmas yang (program) ketuk pintu layani dengan hati. Nanti saya mau RT/RW juga punya data biar bisa revisi," ujar Ahok.
"Kalau pakai aplikasi jadi lebih mudah. Jadi langsung penanganan cepat," tuturnya. (bis/ams)











































