Warga sekitar menyebut tak ada yang aneh dalam pengajian yang diadakan. Hanya, Affandi dan jemaahnya cenderung tertutup dalam berkomunikasi.
"Orangnya tertutup, kalau keluar paling cuma sampai pintu depan, terus masuk lagi," kata tetangga Afandi yang enggan disebutkan namanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengajian mulai habis magrib sampai pukul 21.00 WIB. Jemaah yang datang biasanya suka nginap, tapi nggak bergaul juga, paling ditanya mau ke mana, ke warung, gitu aja," ujarnya.
"Warga sekitar sini nggak ada yang ikut. Kalau lagi pengajian, jalanan depan rumah penuh," tuturnya.
Warga lainnya, Haikal, menyebut pengajian biasanya diadakan di dalam rumah. Sebagian besar jemaah merupakan bapak-bapak.
"Setahu saya sih pengajiannya di dalam rumah. Kadang-kadang ada yang nginap. Jemaahnya kebanyakan bapak-bapak," kata Haikal.
Namun Haikal tak menyangka tetangganya itu adalah pelaku penipuan dengan modus penggandaan uang. Dia sebelumnya juga tak menaruh curiga pada aktivitas pengajian di rumah Afandi.
"Saya nggak tahu kalau ada penggandaan uang. Soalnya jarang ngobrol juga, paling cuma negur-negur aja," tuturnya. (rvk/nkn)











































