DetikNews
Rabu 05 April 2017, 18:57 WIB

Siti Fadilah Bantah Kesaksian Eks Sekjen-nya

Audrey Santoso - detikNews
Siti Fadilah Bantah Kesaksian Eks Sekjen-nya Siti Fadilah (Foto: Agung Pambudhy-detikcom)
Jakarta - Eks Sekjen Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Sjafii Ahmad membuat mantan atasannya, eks Menkes Siti Fadilah Supari, geram. Siti kesal menilai Sjafii memberikan kesaksian yang tak benar di sidang lanjutan kasus korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) dalam penanganan wabah flu burung di Kemenkes, saat itu.

Dalam sidang, Sjafii berujar dirinya tak bersentuhan dengan masalah di Kemenkes yang berkaitan dengan anggaran.

"Mulya A Hasjmy diangkat sebagai KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) berdasarkan SK Menteri, bukan Sekjen. Saya tidak ada kuasa menggunakan anggaran," kata Sjafii di ruang sidang Koesoemah Atmadja II, Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (5/4/2017).

"Satuan kerja tidak ada koordinasi dengan Sekjen, satuan kerja langsung melapor kepada Menteri. Usulan satuan kerja itu ke Menkes langsung," tegas Sjafii.

Sjafii yang disinggung jaksa soal revisi anggaran pengadaan alkes hingga tiga kali, menerangkan dirinya hanya tahu seputar proses revisi, tetapi tidak besaran dana yang dicantumkan oleh satuan kerja.

"Jadi proses revisinya saya tahu, jumlahnya saya tidak tahu. Di situ, di dalam surat (revisi, red) ada kalimat yang mengatakan sesuai rekomendasi Bu Menteri Kesehatan," ungkap Sjafii.

Sjafii menyampaikan lebih lanjut, dirinya pernah dicurhati Mulya A Hasjmy soal perintah Siti Fadilah untuk memenangkan PT Indofarma Global Media dalam pengadaan alkes tersebut dan mencurangi proses lelang.

"Pak Mulya datang ke saya dan beliau katakan diminta melakukan penunjukan langsung ke Indofarma oleh Bu Menteri," ucap Sjafii.

Pada sesi menanggapi keterangan saksi, Siti yang duduk sebagai terdakwa korupsi pengadaan alkes tersebut nampak emosional kepada Sjafii.

"Saya sangat keberatan dengan keterangan saudara Sjafii, keterangannya dari A sampai akhir. Keterangannya berubah-ubah terus. Bapak guru saya, saya apa-apa tanya sama Bapak," terang Siti.

"Karena ada paraf Pak Sekjen, saya berani tanda tangan (surat-surat). Saat pertama kali saya masuk (Kemenkes), saya minder sekali, 'Pak, saya ini dokter ahli jantung tapi saya nggak mengerti administrasi'," sambung dia.

Siti pun menyatakan dirinya buta masalah revisi anggaran proyek alkes tersebut. Siti menanggapi kesaksian Sjafli dengan nada tinggi.

"Jelas-jelas menteri tidak tahu-menahu, atau Menteri dibuat tidak tahu menahu. Tahunya anggaran gelondongan. Saya tahunya ada revisi waktu saya diperiksa di KPK," kata Siti dengan nada tinggi.
(aud/rvk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed