"Itu sudah jadi tanggung jawab pemerintah provinsi (Yogyakarta), tentu saja kita sudah membentuk tim melakukan supervisi untuk mengetahui sebab-musababnya," kata Muhadjir di Jl Pulo Mas Jaya, Kayu Putih, Pulogadung, Rabu (5/4/2017).
Muhajir meminta ada pembenahan dalam mengelola sekolah jika hal tersebut murni kecelakaan yang terjadi di luar kontrol. Namun dia juga tak segan akan memberikan sanksi kepada sekolah tersebut jika memang ada kesalahan pada sistemnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kresna ditemukan pertama kali oleh pengasuh saat hendak membangunkan untuk menjalankan salat subuh, Jumat (31/3). Kurang dari 24 jam, tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Tengah menemukan titik terang tentang pembunuh Kresna.
Selanjutnya, polisi menetapkan AMR, yang juga rekan sekolah Kresna, sebagai tersangka. Motif AMR membunuh Kresna lantaran sakit hati. Kresna pernah memergoki dan melaporkan AMR karena mencuri buku tabungan milik salah satu siswa.
"Pelaku sakit hati. Pelaku meminta korban mengurus oleh pelaku, tapi tidak mau. Motifnya dendam atau sakit hati," ujar Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono di Mapolres Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (1/4). (ibh/idh)