Djarot: Kampanye Harus Menggembirakan, Jangan Takut-takutin

Pilgub DKI Putaran Kedua

Djarot: Kampanye Harus Menggembirakan, Jangan Takut-takutin

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Rabu, 05 Apr 2017 15:40 WIB
Djarot: Kampanye Harus Menggembirakan, Jangan Takut-takutin
Djarot di acara 'Ngariung Warga Lebak Bulus'. (Kanavino Ahmad Rizqo/detikcom)
Jakarta - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan kampanye itu harus menggembirakan dan tidak boleh menakut-nakuti. Hal itu dia sampaikan saat menghadiri acara 'Ngariung Bersama Warga' di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

"Jadi kampanye itu harus yang menggembirakan, tidak usah takut-takutin, tetap santun, dan senyum," ujar Djarot di Jl Lebak Bulus Raya 1 No 10, Cilandak, Jaksel, Rabu (5/4/2017).

Dia juga ikut menyemangati relawan dan pendukungnya untuk tetap optimistis menatap putaran kedua. Meskipun di putaran pertama pasangan Ahok-Djarot kalah di Lebak Bulus, ke depan daerah tersebut akan dimenangi olehnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadi Pak Nico sampaikan di sini, kita kalah kemarin, tidak apa-apa, nanti kita balas, kita akan menang telak di sini," kata Djarot.

Untuk memenangi putaran kedua, Djarot pun berpesan kepada pendukungnya agar turun ke bawah menyapa masyarakat. Menurutnya, relawan mesti bekerja keras untuk mengajak warga agar Ahok-Djarot bisa kembali memimpin Jakarta.

"Kalau di dalam hati kita optimistis menang, setelah ini harus kerja keras turun ke bawah menyapa warga. Disapa, tokoh masyarakat disapa, RT/RW disapa, alim ulama disapa," terangnya.

Dalam kesempatan ini juga Djarot memberikan pesan kepada sejumlah saksi yang nanti akan berjaga di TPS. Saksi, kata Djarot, harus datang tepat waktu dan mengenali setiap orang yang ada di TPS.

"Saksi TPS harus datang tepat waktu, tidak boleh telat. Harus tahu juga, kenal siapa yang di situ, jangan sampai pemilih dari luar masuk. Kita harus betul-betul pastikan di situ tidak ada kecurangan," tuturnya.

Selain itu, Djarot meminta para saksinya itu melakukan protes apabila terjadi pelanggaran. Para pemilih yang datang harus turut pula diabsen sehingga ketahuan ada-tidaknya pemilih dari luar.

"Saksi itu harus cepat, tegas. Kalau ada pelanggaran, langsung protes. Kemudian kalian lihat daftar DPT, diabsen, setelah ini-itu dicoret. Misalnya pemilih yang coblos pertama nama Mohammad Amin. Cari, ada atau tidak. Kalau tidak ada, tanya kenapa masuk," imbuhnya.

(knv/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads